Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 19 Mei 2026
Koster: Targetkanlah 4 Anak Agar Nyoman dan Ketut Juga Kebagian Tempat
Jumat, 28 Juni 2019,
20:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Makin langkanya pemilik nama Nyoman dan Ketut yang justru terjadi tengah meningkatnya kesejahteraan ekonomi serta pendapatan per kapita krama Bali, mengundang keprihatinan Gubernur Wayan Koster.
[pilihan-redaksi]
Agar tradisi konsep keluarga berencana (KB) krama Bali warisan leluhur tidak punah, Gubernur Koster mengimbau para pasangan pengantin baru agar memprogram memiliki lebih dari dua orang anak, bahkan hingga empat orang anak.
Agar tradisi konsep keluarga berencana (KB) krama Bali warisan leluhur tidak punah, Gubernur Koster mengimbau para pasangan pengantin baru agar memprogram memiliki lebih dari dua orang anak, bahkan hingga empat orang anak.
Hal itu terungkap saat Gubernur Koster didampingi Ny Putri Suastini Koster selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Bali saat menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-26 dan Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat Provinsi Bali tahun 2019 di Gedung I Gusti Ketut Pudja, Singaraja, Buleleng pada Jumat (28/6).
“Ini saya sampaikan melihat kondisi terkini di Bali, dimana anak yang menyandang nama Nyoman atau Komang (sebutan anak ketiga, red) sudah langka, apalagi Ketut (Sebutan untuk anak keempat, red),” ujar Koster.
Koster juga melanjutkan, pihaknya sudah melakukan survei di Bali yang berdasarkan kepada Kartu Keluarga (KK) yang hasilnya menunjukkan bahwa populasi anak ketiga sampai keempat alias penyandang nama Nyoman dan Ketut, sudah benar-benar menurun.
“Ini (Nyoman dan Ketut, red) sudah barang langka sekarang di Bali. Hampir punah, padahal sejatinya ini adalah warisan leluhur kami, yang begitu arif untuk membuat suatu kearifan lokal yang menurut saya harus kita jaga dan lestarikan,” terangnya.
Bahkan pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini mesti memberanikan diri mesti meminta “permakluman” kepada pemerintah pusat khususnya BKKBN agar Bali bisa melaksanakan KB Krama Bali dengan anjuran empat orang anak.
“Tapi kami tentu sepakat dengan keluarga berencana dan harus berkualitas, dengan perencanaan yang tepat sejalan juga dengan pembangunan bangsa. Buktinya, Bali jadi salah satu yang terdepan dalam menjalankan program KB dengan anjuran dua anak cukup selama ini. Kami di Bali sangat loyal dan taat pada anjuran pemerintah,” katanya, menegaskan.
[pilihan-redaksi2]
Gubernur Koster juga memandang, kondisi perekonomian dan pendapatan per kapita masyarakat Bali yang makin membaik, ditunjang pula dengan berbagai program yang menyasar langsung ke masyarakat, membuat tidak ada alasan lagi bagi krama Bali untuk memiliki lebih dari dua orang anak.
Gubernur Koster juga memandang, kondisi perekonomian dan pendapatan per kapita masyarakat Bali yang makin membaik, ditunjang pula dengan berbagai program yang menyasar langsung ke masyarakat, membuat tidak ada alasan lagi bagi krama Bali untuk memiliki lebih dari dua orang anak.
“Sekarang kan hampir semua sudah ditanggung negara, mulai sekolah, kesehatan bahkan beras. Jadi tidak perlu takut lagi dengan anjuran empat anak ini,” katanya.
“Untuk itu saya imbau kepada para pengantin baru, targetkanlah empat anak agar Nyoman dan Ketut juga ‘kebagian’ tempat, bisa hadir di keluarga kita,” kata Koster. (bbn/humasbali/rob)
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1591 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1202 Kali
03
04
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1097 Kali
05
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026