Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Kronologi Penghuni Kos di Kuta Ditikam oleh Tetangganya
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang penghuni kos bernama Veri Marhayudi (37) terkapar bersimbah darah setelah ditikam di bagian ulu hati oleh tetangga kosnya bernama Teguh Jadpresi (30).
Peristiwa mengenaskan itu terjadi di kamar kos di Jalan Benesari Gang Satwa nomor 7 Banjar Pengabetan Kuta, pada Senin 16 Januari 2023 sekira pukul 00.30 WITA.
Korban asal Langsa, Sumatera Utara ini segera dilarikan ke RS Siloam, Kuta, dan kini masih dalam perawatan intensif tim medis. Sedangkan pelaku asal Solok, Padang, Sumatera Barat itu masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Penusukan yang menimpa korban Veri berlangsung sangat tiba-tiba. Tidak jelas apa persoalannya, pelaku terlihat emosi masuk ke kamar korban dan langsung main tusuk.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 00.30 WITA, saat korban bersama temannya Muhamad Syarif Fazaranto (40) sedang menonton film di youtube handphone. Tak lama, pelaku Teguh tiba-tiba masuk ke kamar sambil berkata "siapa nama" yang ditujukan ke korban.
Melihat yang datang tetangga kos, korban tidak ada kecurigaan sedikit pun dan mengulurkan tangan kanan hendak bersalaman. Siapa sangka, belum sempat salaman, pelaku Teguh mengeluarkan senjata tajam dari balik pinggangnya dan langsung menikam ulu hati korban sebanyak 1 kali.
Setelah ditusuk, korban jatuh terkapar bersimbah darah dan pelaku kabur. Rekan korban Fazaranto berusaha mengejar pelaku yang tidak mengenakan baju hanya celana panjang, namun gagal. Ia malah terjatuh di tengah jalan dan pelaku sudah kabur menghilang.
Saksi asal Medan Sunggal, Sumatera Utara itu lantas kembali ke kos dan melihat rekannya Veri dalam kondisi tergeletak bersimbah darah. Ceceran darah korban juga terlihat di lantai kamar, teras depan kamar serta di atas kasur spon.
Penghuni kos yang mendengar peristiwa penikaman itu antusiasme datang menolong dan membawa korban ke RS Siloam. Kasus ini pun bergulir ke Polsek Kuta.
"Korban saat ini sedang mendapat perawatan di Ruang IGD RS Siloam Jln Sunset Road Kuta Badung, akibat luka tusuk pada bagian perut (ulu hati," terang AKP Sukadi.
Aparat kepolisian Polsek Kuta dan Polresta Denpasar tiba di TKP guna melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi. Selain saksi Fazaranto, Polisi juga memintai keterangan pemilik kos, Wayan Buda (43).
Baca juga:
Cemburu, Suami Tikam Istri Hingga Tewas
Dari keterangan pemilik kos, antara korban dan pelaku merupakan tetangga kos. Korban asal Jalan Batang Kuis - Lubuk Pakam No.151 Dusun II Desa Batang Kuis Pekan, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diketahui baru 3 bulan tinggal di TKP. Sedangkan pelaku Teguh asal Jorong Koto Gadang, Sulit Air X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Padang Sumatera Barat, baru 2 bulan.
"Motif penusukan hingga kini belum diketahui motif. Pelaku masih dicari," bebernya.
Sementara dari keterangan Fazaranto bahwa memang pelaku Teguh kurang bersahabat. Selama 2 bulan jarang keluar kamar kos, bahkan tidak pernah bertegur sapa.
"Sikapnya arogan terkadang kalau bicara dengan korban dan saya," ungkapnya.
Mengenai senjata tajam jenis apa yang digunakan pelaku menusuk korban, AKP Sukadi enggan berkomentar lebih jauh. Sebab, senjata tajam itu belum ditemukan di TKP.
"Senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menusuk korban belum ditemukan. Tidak ada di TKP, masih diselidiki," ungkap AKP Sukadi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1977 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1802 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1334 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1211 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah