Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kronologi Penyerangan hingga Pembantaian WNA Belanda di Kerobokan

Selasa, 24 Maret 2026, 20:07 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kronologi Penyerangan hingga Pembantaian WNA Belanda di Kerobokan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kasus pembunuhan terhadap warga negara asing asal Belanda, Rene Pouw (49), di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, masih terus didalami aparat kepolisian. 

Peristiwa tragis tersebut terjadi di depan Vila Amira, Banjar Anyar Kelod, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 22.50 WITA.
Hingga kini, jajaran Polres Badung masih memburu dua pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor matic usai melakukan penyerangan.

Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Inastuti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di lokasi kejadian, termasuk pacar korban.

"Tak lama saksi melihat dua pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau," beber Aiptu Ayu Inastuti, pada Selasa 24 Maret 2026.

Kronologi Penyerangan

Peristiwa bermula saat korban bersama kekasihnya, Pujiani (30), sedang berjalan-jalan di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, keduanya melihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor mencurigakan.

Ciri-ciri pelaku, pengendara mengenakan jaket ojek online berwarna hitam, helm hitam, dan masker biru. Sementara pelaku yang dibonceng mengenakan kaos oranye tanpa helm.

Kedua pelaku sempat berbalik arah di ujung gang, sehingga menimbulkan kecurigaan korban. Tak lama kemudian, serangan brutal pun terjadi."Saksi menunggu di kegelapan dan melihat dua pelaku sudah melarikan diri. Saksi lalu mendekati korban yang sudah dalam keadaan mengeluarkan darah dan berteriak meminta pertolongan," ucapnya.

Korban Tewas Kehabisan Darah

Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh, termasuk luka robek pada kepala, leher, bahu, lengan, punggung, hingga paha. Korban sempat dilarikan ke RS BIMC, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 WITA.

"Kemungkinan besar penyebab kematian karena kehabisan darah," ungkap Aiptu Ayu Inastuti.

Polisi Kumpulkan Barang Bukti

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya kacamata, telepon genggam, sandal, hingga bagian senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.

Selain itu, polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Namun, keterbatasan CCTV di area kejadian menjadi kendala dalam proses penyelidikan.

Saat ini, aparat masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami motif di balik aksi pembunuhan tersebut.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami