Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Kronologi Penyerangan hingga Pembantaian WNA Belanda di Kerobokan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kasus pembunuhan terhadap warga negara asing asal Belanda, Rene Pouw (49), di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, masih terus didalami aparat kepolisian.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di depan Vila Amira, Banjar Anyar Kelod, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 22.50 WITA.
Hingga kini, jajaran Polres Badung masih memburu dua pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor matic usai melakukan penyerangan.
Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Inastuti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di lokasi kejadian, termasuk pacar korban.
"Tak lama saksi melihat dua pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau," beber Aiptu Ayu Inastuti, pada Selasa 24 Maret 2026.
Kronologi Penyerangan
Peristiwa bermula saat korban bersama kekasihnya, Pujiani (30), sedang berjalan-jalan di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, keduanya melihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor mencurigakan.
Ciri-ciri pelaku, pengendara mengenakan jaket ojek online berwarna hitam, helm hitam, dan masker biru. Sementara pelaku yang dibonceng mengenakan kaos oranye tanpa helm.
Kedua pelaku sempat berbalik arah di ujung gang, sehingga menimbulkan kecurigaan korban. Tak lama kemudian, serangan brutal pun terjadi."Saksi menunggu di kegelapan dan melihat dua pelaku sudah melarikan diri. Saksi lalu mendekati korban yang sudah dalam keadaan mengeluarkan darah dan berteriak meminta pertolongan," ucapnya.
Korban Tewas Kehabisan Darah
Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh, termasuk luka robek pada kepala, leher, bahu, lengan, punggung, hingga paha. Korban sempat dilarikan ke RS BIMC, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 WITA.
"Kemungkinan besar penyebab kematian karena kehabisan darah," ungkap Aiptu Ayu Inastuti.
Polisi Kumpulkan Barang Bukti
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya kacamata, telepon genggam, sandal, hingga bagian senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.
Selain itu, polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Namun, keterbatasan CCTV di area kejadian menjadi kendala dalam proses penyelidikan.
Saat ini, aparat masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami motif di balik aksi pembunuhan tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4715 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2527 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2159 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1784 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1210 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun