Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kronologi Penyerangan hingga Pembantaian WNA Belanda di Kerobokan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kasus pembunuhan terhadap warga negara asing asal Belanda, Rene Pouw (49), di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, masih terus didalami aparat kepolisian.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di depan Vila Amira, Banjar Anyar Kelod, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 22.50 WITA.
Hingga kini, jajaran Polres Badung masih memburu dua pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor matic usai melakukan penyerangan.
Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Inastuti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi yang berada di lokasi kejadian, termasuk pacar korban.
"Tak lama saksi melihat dua pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan pisau," beber Aiptu Ayu Inastuti, pada Selasa 24 Maret 2026.
Kronologi Penyerangan
Peristiwa bermula saat korban bersama kekasihnya, Pujiani (30), sedang berjalan-jalan di sekitar lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, keduanya melihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor mencurigakan.
Ciri-ciri pelaku, pengendara mengenakan jaket ojek online berwarna hitam, helm hitam, dan masker biru. Sementara pelaku yang dibonceng mengenakan kaos oranye tanpa helm.
Kedua pelaku sempat berbalik arah di ujung gang, sehingga menimbulkan kecurigaan korban. Tak lama kemudian, serangan brutal pun terjadi."Saksi menunggu di kegelapan dan melihat dua pelaku sudah melarikan diri. Saksi lalu mendekati korban yang sudah dalam keadaan mengeluarkan darah dan berteriak meminta pertolongan," ucapnya.
Korban Tewas Kehabisan Darah
Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh, termasuk luka robek pada kepala, leher, bahu, lengan, punggung, hingga paha. Korban sempat dilarikan ke RS BIMC, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 WITA.
"Kemungkinan besar penyebab kematian karena kehabisan darah," ungkap Aiptu Ayu Inastuti.
Polisi Kumpulkan Barang Bukti
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya kacamata, telepon genggam, sandal, hingga bagian senjata tajam yang diduga digunakan pelaku.
Selain itu, polisi juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Namun, keterbatasan CCTV di area kejadian menjadi kendala dalam proses penyelidikan.
Saat ini, aparat masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami motif di balik aksi pembunuhan tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang