Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Made Joni Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia
bbn/dok Universitas Padjadjaran/Made Joni Masuk Daftar 2 Persen Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Prestasi membanggakan datang dari dunia riset Indonesia. Peneliti dan dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) I Made Joni berhasil masuk daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh dunia versi Stanford University dan Elsevier.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata kontribusi ilmuwan Indonesia di panggung internasional, khususnya dalam pengembangan aplikasi nanoteknologi.
Penghargaan internasional tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan Adziman, yang menyebut Made Joni sebagai contoh akademisi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kemdiktisaintek akan terus memperluas dukungan riset melalui pendanaan kompetitif dan pengembangan ekosistem inovasi. Mudah-mudahan capaian ini melahirkan idola baru di dunia sains dan teknologi,” ujar Fauzan dikutip dari keterangan resmi, Kamis, 16 Oktober 2025.
I Made Joni, Guru Besar Fakultas MIPA Unpad, menyatakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab atas pengakuan internasional ini.
“Saya surprise dan bangga mendapat penghargaan ini. Tapi sekaligus merasa punya tanggung jawab untuk terus mendukung pengembangan STEM,” kata Made.
Riset Made Joni berfokus pada pengolahan dan sintesis nanoteknologi yang aplikatif — menjembatani sains dasar dengan produk industri. Ia tercatat memegang beberapa paten penting, termasuk inovasi baterai aluminium–air, cat antibakteri berbasis silika nano, serta generator mikronano bubble (FIBUTECH) untuk pengolahan air.
Penelitiannya juga melahirkan produk seperti pupuk berbasis silika (SiO) untuk menguatkan batang padi dan material nano magnetik FeO yang berfungsi sebagai pembawa obat sekaligus menghasilkan citra medis.
Material yang dikembangkan timnya bahkan dipakai dalam proses ekstraksi DNA-RNA saat pandemi Covid-19 dan kini sudah dapat diproduksi dalam negeri. Dalam pandangannya, sumber daya alam Indonesia sejatinya kaya, namun nilai tambah belum maksimal tanpa teknologi menengah yang kuat.
“Indonesia sebenarnya sangat kaya, tapi belum bisa langsung meningkatkan kesejahteraan karena teknologi tengahnya tidak ada. Tugas kita adalah mentransformasi kekayaan alam menjadi teknologi yang mensejahterakan,” jelasnya.
Made Joni menegaskan bahwa kesuksesan riset lahir dari komitmen tridarma perguruan tinggi: mengajar, meneliti, dan mengabdi. Ia juga mengutip filosofi kaizen, yakni perbaikan bertahap setiap hari sebagai prinsip kerja: “Kesuksesan tidak datang dari kerja instan. Lakukan sesuatu yang strategik, bukan pragmatis. Step by step,” ujarnya.
Rektor Unpad Arief S. Kartasasmita menyambut baik prestasi ini, menilai capaian Made Joni sebagai inspirasi bagi sivitas akademika agar riset tidak hanya berhenti pada publikasi, melainkan memberi dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (sumber: Tempo.co)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4621 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan