Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Masjid Assyuhada, Bukti Kehidupan Multikultur di Pulau Serangan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Keberadaan Masjid Assyuhada menjadi bukti kehidupan multikultur di Pulau Serangan, Denpasar. Pendirian Masjid Assyuhada ini sangat erat kaitannya dengan keberadaan etnis Bugis di Pulau Serangan. Orang-orang Bugis yang berada di Serangan pada abad ke-17 merupakan pendiri dari masjid ini. Begitu pula pendirian Masjid Assyuhada memiliki kaitan dengan Kerajaan Pemecutan Badung.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Masjid Assyuhada Sebagai Media Pendidikan Multikultur di Kampung Bugis, Pulau Serangan, Denpasar, Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Sejarah (Widya Winayata), Volume 8, Nomor 2 Tahun 2017. Artikel tersebut ditulis oleh Cahyo Bintoro, Dr. Tuty Maryati,M.Pd dan Ketut Sedana Arta,S.Pd,M.Pd dari Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja,Indonesia.
Cahyo Bintoro dan kawan-kawan menuliskan Masjid Assyuhada memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Pemecutan, dikeranakan adanya pelarian orang-orang Bugis dari Makassar yang tidak suka dengan pemerintah Belanda, sehingga sampailah mereka di daerah Serangan yang ketika itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Pemucutan. Orang Bugis ini banyak membantu Kerajaan Pemecutan dalam mengadapi musuhnya. Sebagai penghargaan karena sudah membantu, mereka dihadiahkan sebuah Masjid yang bernama Masjid Assyuahada dan sebuah mimbar dengan ornamen ukiran Bali.
[pilihan-redaksi]
Hubungan orang-orang Bugis Pulau Serangan terjalin baik dengan Kerajaan Pemecutan. Ketika orang-orang Bugis menetap di wilayah ini mereka berkeinginan untuk membangun tempat beribadah. Kemudian Syeikh Haji Mu meminta izin kepada Raja Kerajaan Pemecutan untuk membangun musholla sebagai tempat beribadah. Raja Pemecutan memberi izin dan menyarankan untuk membangun tempat ibadah yang lebih besar yaitu Masjid agar kelak dapat digunakan untuk generasi berikutnya. Sehingga dibangunlah Masjid Assyuhada.
Masjid Assyuhada yang terletak di Kampung Bugis, memiliki luas bangunan 578 m2 dan memiliki struktur bangunan yang berbeda dari masjid pada umumnya. Secara umum masjid yang ada di Bali menggunakan kubah yang berukuran besar, berbeda halnya dengan Masjid Assyuhada yang menggunakan kubah berukuran kecil. Atap Masjid Assyuhada berbeda dengan atap Masjid lainya. Kebanyakan Masjid- masjid yang berada di Indonesia menggunakan susunan Kubah. Sedangkan atap Masjid Assyuhada bertumpang seperti bangunan Hindu seperti Meru.[bbn/ Widya Winayata/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 160 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 130 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 107 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 88 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 80 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar