Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Media Asing: Pasukan RI Serang OPM Penculik Pilot Susi Air, Tiga Tewas
beritabali.com/cnnindonesia.com/Media Asing: Pasukan RI Serang OPM Penculik Pilot Susi Air, Tiga Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Setidaknya tiga orang tewas saat pasukan Indonesia menyerang komando Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang menyandera pilot Susi Air Philip Mehrtens. TPNPB merupakan kelompok sayap dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Berdasarkan laporan media asing, Radio New Zealand (RNZ), operasi itu diluncurkan pada 23 Maret pukul 01.00 dan memicu serangan balik dari kelompok separatis. Imbasnya, tiga orang tewas.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (26/3), TPNPB menyatakan salah satu anggota tewas dalam serangan itu.
Mereka juga mengaku menembak empat personel keamanan Indonesia, dan menewaskan satu tentara serta satu polisi, demikian laporan RNZ.
Sejauh ini, masih belum jelas apakah Mehrtens muncul usai disembunyikan TPNPB.
Peneliti dari Human Right Watch (HRW) Indonesia, Andreas Harsono, mengonfirmasi serangan tersebut telah terjadi di Papua. Ia telah melakukan verifikasi dengan mengecek pernyataan polisi dan pihak-pihak di Papua.
"Dipastikan bermula dari penyerangan terhadap apa yang disebut markas besar Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat," ujar Andreas.
Ia kemudian berujar, "Saya kira ini adalah hutan persembunyian pada Kamis, 23 Maret, pukul 1 dini hari."
Andreas juga mengatakan telah terjadi serangkaian bentrokan antara pasukan keamanan Indonesia dan kelompok milisi di Papua. Lebih lanjut, ia menerangkan konflik telah berlangsung selama sepekan terakhir di wilayah tengah dan dataran tinggi Papua.
Sejauh ini, belum ada keterangan lebih lanjut dari TNI dan Polri terkait penyerangan ini.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tewas usai kontak tembak pada Rabu (22/3).
Kontak tembak yang terjadi antara aparat dengan KKB itu merupakan kelanjutan dari pengejaran yang dilakukan terhadap pelaku penembakan seorang tukang ojek di Ilaga.
Ia menyebut saat memantau melalui observasi udara, terlihat sekitar 20 orang membawa 2 pucuk senjata api sedang melakukan penyerangan dari Kampung Mundidok menuju ke arah Kampung Kimak.
"Kemudian langsung dilakukan tindakan tegas sehingga kontak tembak terjadi," kata Benny dalam keterangan tertulis yang, Jumat (24/3).
Ia mengatakan setelah dilakukan pembersihan oleh personel, ditemukan seorang anggota KKB berinisial ET (22) yang terkena tembakan hingga meninggal dunia.
CNNIndonesia.com juga sudah menghubungi Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT) untuk meminta respons terkait dugaan serangan itu. Namun, MFAT tak segera memberikan komentar.
Belum pula ada keterangan lebih lanjut dari TNI dan Polri terkait kabar penyerangan ini. CNNIndonesia.com masih mencoba meminta konfirmasi dari otoritas keamanan di Papua.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1992 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1818 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1349 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1227 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah