Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Mengenal Kue Amplog, Jajanan Khas Loloan Timur Disajikan Saat Maulud Nabi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jaje atau kue amplog khas Loloan Timur biasanya disajikan pada bulan Maulud Nabi Muhammad atau bulan Ramadhan sebagai menu tambahan berbuka puasa. Bahkan kue ini dihidangkan di kegiatan satu abad NU yang diselenggarakan di Loloan Timur.
Iim Hidayati, salah satu warga Loloan Timur menjelaskan bahan dasar untuk membuat kue amplog adalah tepung beras. Jajanan tradisional yang unik memiliki cita rasa gurih dan lembut. Bahkan sudah dibuat secara turun temurun dari beberapa generasi. Kue amplog mirip kue ketan namun yang menonjol adalah variasi warna yang lebih banyak. Harganya pun terjangkau, dimana sebungkus kertas mika berisi 3 jaje dihargai Rp3.000.
"Hidangan ini pas disanding dengan segelas kopi. Dan ada juga kue amplog berbahan dasar tepung beras. Cara olahannya tepung beras dikukus bersamaan kelapa parut, setelah itu ditumbuk hingga kalis bersama parutan kelapa hingga lembut. Setelah itu dicetak. Jajanan ini sangat unik dan sejak turun menurun sudah ada," tuturnya sembari menambahkan proses pembuatannya tidak terlalu lama.
Iim menuturkan pada saat perayaan Satu Abad NU di Loloan, ia menjual kue amplog di stand kuliner dan juga bazar UMKM kecil.
"Jika diambil sejarah jaje amplog cukup punya citra rasa tersendiri. Saat kecil jaje amplog merupakan jaje favorit bagi keluarga. Uniknya juga disajikan bulan Ramadhan, tapi kini disajikan saat ada tamu disandingkan dengan segelas kopi. Hari ini buat sebanyak 5 kg lumayan juga hasilnya dan bisa jadi di rumah keluarga juga lagi membuat jaje amplog khas asli kampung Loloan," katanya.
Selain untuk menambah penghasilan, Iim juga punya niat untuk melestarikan jajan tradisional agar tetap bertahan di tengah maraknya kue-kue yang lebih kekinian.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6020 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan