Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Menko Luhut Khawatir Muncul Klaster Baru Covid-19 Akibat Cuaca Ekstrem
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan khawatir akan ada klaster baru dalam penyebaran virus corona yang diakibatkan perubahan cuaca ekstrem. Untuk itu dia meminta agar Kementerian Kesehatan mewaspadai perubahan cuaca yang bisa mengganggu penanganan pasien Covid-19.
"Tiga bulan kedepan kita harus bersiap dengan perubahan cuaca yang ekstrem, ditakutkan akan timbul klaster baru karena faktor tersebut," kata Luhut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) virtual tentang Penanganan Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Selasa, (6/10) dikutip dari Liputan6.com.
Selain Kementerian Kesehatan, Luhut juga meminta jajaran RS Darurat Wisma Atlet untuk siaga dan bersiap. Sebab perubahan cuaca ini bisa menimbulkan penyakit demam berdarah (DBD) yang disebut memiliki gejala yang mirip dengan pasien terjangkit virus corona.
"Kita harus mampu mengakomodir keduanya pula, jangan sampai satu orang terjangkit keduanya," kata Luhut.
Selain memperingatkan tentang sistematika pencegahan tersebut, dia mengingatkan kepada Wisma Atlet untuk terus menjaga kedisiplinan mereka yang sudah baik. Alasannya banyak pasien yang sembuh setelah menjalani perawatan di RSD Wisma Atlet.
"Angka kesembuhan yang tinggi di wisma atlet ini harus dipertahankan, juga bisa menjadi rujukan bagi RS lainnya," kata dia mengakhiri.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1708 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1645 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1242 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1092 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah