Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Momen Spesial Putu Arimbawa Menyerahkan Lukisan Ampas Kopinya ke Bupati Tamba
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Putu Arimbawa (52), seorang seniman asal Banjar Jawa, Singaraja, berhasil menciptakan lukisan unik menggunakan ampas kopi. Salah satu karyanya yang terbaru adalah lukisan Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang dibuat dalam waktu sekitar tiga hari.
Menggunakan bahan sederhana seperti ampas kopi dan kanvas, Putu mengungkapkan, bagian paling rumit dari proses melukis adalah membuat bibir.
"Kendala utama adalah serbuk kopi yang tidak mudah digunakan untuk menggambar bibir. Karena kunci kemiripan wajah itu ada di bibir," ujarnya saat berkunjung di kediaman Bupati I Nengah Tamba.
Lukisan Bupati Tamba ini memiliki momen spesial karena diberikan saat upacara pernikahan putranya Jumat (26/07/2024). Putu mulai melukis dengan ampas kopi sekitar satu tahun lalu. Lukisan pertamanya adalah melukis Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah.
"Saya mulai melukis bukan dari inisiatif hobi, tetapi dari dukungan teman-teman," kata Putu.
Sejak bulan April 2024, bahan ampas kopi yang digunakan Putu disponsori oleh salah satu pabrik kopi di Buleleng. Dukungan ini membuat Putu semakin produktif dan sudah mulai menerima pesanan lukisan.
"Sekarang sudah ada beberapa orderan lukisan," tambahnya.
Kecintaan Putu pada seni lukis sudah ada sejak masa SMA, di mana ia sering menggambar tokoh-tokoh kartun. Selain melukis, Putu juga dikenal sebagai seorang dalang wayang di daerahnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1008 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 812 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 629 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 587 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik