Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nakes Pukuli Anjing Hingga Tewas Saat Pemiliknya Karantina

Jumat, 11 Maret 2022, 20:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Nakes Pukuli Anjing Hingga Tewas Saat Pemiliknya Karantina

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Hewan peliharaan sering kali dianggap sebagai keluarga dan diperlakukan serta dicintai seperti anak-anak. Seorang perempuan harus merelakan anjingnya yang bernama Snowball di mana tewas dipukuli nakes saat ia berada di pusat karantina Covid-19.

Yi Zhi Xue Qiu dari Provinsi Guangdong di Tiongkok, melalui akun Weibo-nya membagikan detail insiden tersebut.

“Kami (dia dan pacarnya) telah memelihara anjing itu bersama selama 3 tahun 3 bulan. Itu sudah menjadi bagian dari keluarga kami tetapi sekarang telah meninggal secara tragis di rumahnya sendiri,” tulisnya.

Semuanya berawal ketika Yi Zhi Xue Qiu dikirim ke pusat karantina pada 2 Maret, setelah pacarnya dinyatakan positif Covid-19. Dia tidak diizinkan untuk membawa Snowball, bersamanya sehingga terpaksa meninggalkan anjing tersebut di rumah.

Ketika dia berada di pusat karantina, petugas kesehatan pergi ke apartemennya untuk membersihkan ruangan. Mereka kemudian bertemu dengan Snowball yang ketakutan dan menggonggong.

Dalam rekaman CCTV yang dibagikan ke Twitter, 2 petugas kesehatan terlihat mendekati Snowball saat menggonggong dan mundur ke sudut. Saat Snowball mencoba lari dari mereka, mereka kemudian memukuli Snowball sampai mati dengan alat seperti batang logam panjang.

Meskipun tidak dapat benar-benar melihat banyak dalam video, rengekan memilukan Snowball dan jeritan ketakutan serta rasa sakitnya dapat terdengar dengan jelas. Peristiwa tersebut telah ditanggapi pihak berwenang.

“Kami telah meminta maaf kepada pemilik anjing dan akan menasihati dan menangguhkan para pekerja,” ungkap pihak berwajib.

Sejak saat itu, Yi Zhi Xue Qiu menyerukan keadilan tidak hanya untuk Snowball tetapi semua hewan peliharaan lain yang telah dibunuh oleh petugas kesehatan selama pandemi Covid-19.

“Mengapa Pemerintah Kota Huizhou tidak memiliki rencana darurat untuk hal-hal seperti itu? Atau apakah rencana darurat untuk membunuh hewan peliharaan tidak peduli apakah pemiliknya terinfeksi atau tidak, selama hewan peliharaan itu dikarantina?” ungkap Yi Zhi Xue Qiu.

"Untuk Snowball saya dan jutaan orang lainnya, saya mohon Anda untuk bergabung dengan saya dalam membela hak pemilik hewan peliharaan," imbuhnya.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami