Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Nakes Pukuli Anjing Hingga Tewas Saat Pemiliknya Karantina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hewan peliharaan sering kali dianggap sebagai keluarga dan diperlakukan serta dicintai seperti anak-anak. Seorang perempuan harus merelakan anjingnya yang bernama Snowball di mana tewas dipukuli nakes saat ia berada di pusat karantina Covid-19.
Yi Zhi Xue Qiu dari Provinsi Guangdong di Tiongkok, melalui akun Weibo-nya membagikan detail insiden tersebut.
“Kami (dia dan pacarnya) telah memelihara anjing itu bersama selama 3 tahun 3 bulan. Itu sudah menjadi bagian dari keluarga kami tetapi sekarang telah meninggal secara tragis di rumahnya sendiri,” tulisnya.
Semuanya berawal ketika Yi Zhi Xue Qiu dikirim ke pusat karantina pada 2 Maret, setelah pacarnya dinyatakan positif Covid-19. Dia tidak diizinkan untuk membawa Snowball, bersamanya sehingga terpaksa meninggalkan anjing tersebut di rumah.
Ketika dia berada di pusat karantina, petugas kesehatan pergi ke apartemennya untuk membersihkan ruangan. Mereka kemudian bertemu dengan Snowball yang ketakutan dan menggonggong.
Dalam rekaman CCTV yang dibagikan ke Twitter, 2 petugas kesehatan terlihat mendekati Snowball saat menggonggong dan mundur ke sudut. Saat Snowball mencoba lari dari mereka, mereka kemudian memukuli Snowball sampai mati dengan alat seperti batang logam panjang.
Meskipun tidak dapat benar-benar melihat banyak dalam video, rengekan memilukan Snowball dan jeritan ketakutan serta rasa sakitnya dapat terdengar dengan jelas. Peristiwa tersebut telah ditanggapi pihak berwenang.
“Kami telah meminta maaf kepada pemilik anjing dan akan menasihati dan menangguhkan para pekerja,” ungkap pihak berwajib.
Sejak saat itu, Yi Zhi Xue Qiu menyerukan keadilan tidak hanya untuk Snowball tetapi semua hewan peliharaan lain yang telah dibunuh oleh petugas kesehatan selama pandemi Covid-19.
“Mengapa Pemerintah Kota Huizhou tidak memiliki rencana darurat untuk hal-hal seperti itu? Atau apakah rencana darurat untuk membunuh hewan peliharaan tidak peduli apakah pemiliknya terinfeksi atau tidak, selama hewan peliharaan itu dikarantina?” ungkap Yi Zhi Xue Qiu.
"Untuk Snowball saya dan jutaan orang lainnya, saya mohon Anda untuk bergabung dengan saya dalam membela hak pemilik hewan peliharaan," imbuhnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1909 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1735 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1288 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1157 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah