Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nelayan Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Sembulungan Jembrana

Minggu, 22 Februari 2026, 23:39 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Nelayan Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Sembulungan Jembrana.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Seorang nelayan ditemukan meninggal dunia mengapung di Perairan Sembulungan, Minggu (22/2/2026) dini hari. Penemuan ini menggegerkan nelayan setempat setelah sebuah sampan terlihat berputar-putar tanpa awak di tengah laut.

Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, menjelaskan laporan pertama diterima sekitar pukul 04.15 WITA. Setelah menerima informasi, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan dan melakukan evakuasi.

“Begitu menerima informasi dari nelayan, kami langsung gerak cepat menuju perairan Sembulungan. Saat dicek, memang ada mayat terapung di dekat sampan Barokah. Korban langsung dievakuasi ke Pelabuhan Pengambengan untuk dibawa ke RSU Negara,” ujar AKP I Putu Suparta.

Peristiwa ini bermula saat pelapor, Riki Hariyanto, nelayan asal Pengambengan, dalam perjalanan pulang dari melaut sekitar pukul 03.30 WITA. Ia melihat sampan Barokah berputar tanpa pengemudi di tengah laut. Karena curiga, ia mendekat dan mendapati sesosok mayat terapung di sekitar perahu tersebut.

Proses evakuasi dilakukan oleh awak KM Bintang Anugerah. Jenazah korban bersama sampan kemudian dibawa ke Pelabuhan Pengambengan. Pemeriksaan awal dilakukan oleh tim medis RSU Negara, didampingi Dokes Polres Jembrana dan Inafis Polres Jembrana.

Hasil identifikasi menyebutkan korban bernama Sunarto (69), seorang nelayan asal Blimbingsari, Banyuwangi. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan identitas lain di lokasi kejadian selain sampan milik korban.

Kasat Polairud menegaskan pihaknya telah melakukan langkah-langkah prosedural mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti berupa sampan, membuat laporan, hingga menyampaikan perkembangan kepada pimpinan.

“Tim masih melakukan pendalaman. Kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban,” tambahnya.

Hingga kini, jenazah masih berada di RSU Negara untuk menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab pasti kematian.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami