Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Perairan Gerokgak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang nelayan ditemukan tewas terapung di wilayah perairan Banjar Dinas Pegametan, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, KBuleleng, Minggu (1/2) sore.
Korban belakangan diketahui bernama Surahmat (50), warga asal Banjar Dinas Sumberwangi, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz pada Senin (2/2) mengatakan, jenazah Surahmat pertama kali ditemukan oleh para nelayan. Kemudian informasi itu disampaikan kepada saksi Putu Panca dan Ketut Catra.
Menindaklanjuti informasi tersebut, saksi Putu Panca dan Ketut Catra bersama-sama menuju lokasi temuan, dengan menggunakan perahu. Setibanya di lokasi, pihaknya melihat Surahmat sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Pria malang itu ditemukan dalam posisi tertelungkup, terapung di laut, serta dari mulutnya keluar buih dan darah. Para saksi pun bergegas mengevakuasi korban ke daratan.
"Pakaian yang dikenakan masih lengkap. Mengenakan kaos warna biru dan celana panjang hitam. Aparat dan petugas medis kemudian dikerahkan untuk melakukan penanganan awal," jelas Iptu Yohana.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dari Puskemas Gerokgak II, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sementara dari keterangan pihak keluarga, korban tidak memiliki riwayat sakit. Sehingga diduga Surahmat tewas akibat mengalami kecelakaan laut, dan tenggelam.
"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, dan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah. Namun demikian, penyelidikan terus dilakukan untuk mebgetahui penyebab pasti tewasnya korban," terang Iptu Yohana.
Iptu Yohana juga mengimbau kepada masyarakat khususnya para nelayan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, terutama kondisi cuaca.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat beraktivitas di laut. Kami mengimbau nelayan untuk selalu menggunakan alat keselamatan dan memperhatikan kondisi alam demi mencegah kejadian serupa,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5935 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4650 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2619 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2276 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2219 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan