Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ni Luh Djelantik Usul CCTV di Semua Panti Asuhan Buleleng

Selasa, 31 Maret 2026, 20:48 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Ni Luh Djelantik Usul CCTV di Semua Panti Asuhan Buleleng.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kasus penganiayaan dan persetubuhan terhadap anak-anak di panti asuhan kawasan Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian serius dari anggota DPD RI Ni Luh Djelantik.

Politisi asal Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng itu bahkan mendatangi Polres Buleleng pada Selasa (31/3) untuk melihat langsung penanganan kasus yang menjadi sorotan publik tersebut.

Kepada media, Djelantik menyampaikan kecamannya terhadap segala bentuk kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan serta anak. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat kepolisian dalam mengusut kasus ini hingga tuntas.

"Kami sudah saksikan apa yang sudah dikerjakan oleh Polres. Sudah dilakukan secara profesional, untuk itu kami serahkan kepada kepolisian," katanya.

Berkaca dari kasus tersebut, Djelantik mengusulkan langkah preventif guna mencegah kejadian serupa terulang. Salah satu usulan utamanya adalah pemasangan kamera pengawas atau CCTV di seluruh panti asuhan.

Ia bahkan mendorong agar sistem CCTV tersebut terintegrasi langsung dengan Polres Buleleng, sehingga pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan panti dapat dilakukan secara real time.

Selain itu, Djelantik juga berencana mengusulkan penambahan jumlah personel kepolisian, baik di tingkat Polsek maupun Polres, guna meningkatkan keamanan masyarakat, khususnya di wilayah Buleleng.

Tak hanya itu, ia juga mendorong adanya kegiatan pembinaan rutin oleh kepolisian di panti asuhan, seperti edukasi lalu lintas, pelatihan bela diri, hingga peningkatan kesadaran menjaga diri bagi anak-anak.

"Saya harapkan juga polisi berkenan melakukan semacam siskamling, secara berkala, memberikan semacam kelas belajar tentang lalu lintas, bela diri dan menjaga diri. Jika ada hal-hal yang tidak sesuai, ada nomor polisi yang bisa dihubungi. Pasang nomor polisi di setiap panti. Pasang CCTV, kontrol roomnya bisa di Polres," tandasnya.

Usulan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat perlindungan anak di Bali, khususnya di lingkungan panti asuhan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi tumbuh kembang anak.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami