Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Ogoh-Ogoh Barong Brutuk Berbahan 1000 Kraras Bakal Ramaikan Pengerupukan di Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Sebuah ogoh-ogoh berbentuk barong brutuk yang menggunakan bahan 1000 batang daun pisang kering atau kraras bakal meramaikan Pengerupukan Sasih Kesanga di Tabanan. Ogoh-ogoh karya STT Tri Wikrama Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken tersebut akan diarak mengelilingi Kota Tabanan pada Jumat (16/3) mendatang.
Wakil Ketua STT Tri Wikrama I Gusti Agus Surya Agung Adnya Prabawa mengungkapkan ogoh ogoh setinggi 6 meter dan lebar 4 meter tersebut dibuat sejak awal Februari 2018. "Ini pembuatan belum rampung, baru 80 persen selesai, sisanya berbagai piranti belum terpasang," jelas Wikrama saat dikonfirmasi di Tabanan pada Minggu (11/3).
Wikrama mengatakan ide pembuatan ogoh-ogoh barong brutuk terinpirasi dari sebuah pementasan yang ada di Youtube. Dimana barong brutuk memiliki makna mengusir malapetaka, sehingga masyarakat bisa sembuh dan terbebas dari penyakit. "Lewat itulah kami sepakat membuat ogoh-ogoh barong brutuk, dengan harapan agar mala dan para bhutakala yang mengganggu di banjar kami bisa di somia (dinetralisir)," papar Wikrama.
Menurut Wikrama, pembuatan ogoh-ogoh sebagian besar menggunakan bahan alami. Selain baju ogoh-ogoh terbuat dari kraras, juga bagian kaki, tangan, dan pecut terbuat dari anyaman bambu. "Kepalanya saja yang terbuat dari gabus, sama kerangka dasar gunakan besi, karena kalau gunakan kayu kami takut roboh," ungkap Wikrama.[bbn/nod/mul]
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1588 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1199 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1047 Kali
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1001 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah