Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Oposisi Israel: Rekonsiliasi Saudi-Iran Simbol Kegagalan Netanyahu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Oposisi Israel menganggap rekonsiliasi antara Arab Saudi dan Iran merupakan simbol kegagalan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Mereka menganggap Netanyahu gagal karena Saudi malah lebih dulu berdamai dengan Iran yang dikenal sebagai musuh bebuyutan mereka di kawasan.
Sejumlah politikus oposisi mengutarakan kekecewaannya karena selama ini, Israel juga mengupayakan normalisasi hubungan dengan Saudi melalui sistem kesepakatan yang dibantu Amerika Serikat, Abraham Accords.
"Ini merupakan kegagalan kebijakan luar negeri pemerintahan Israel yang berbahaya," ujar pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, seperti dikutip AFP.
Lapid juga berkata, "Ini merupakan keruntuhan tembok pertahanan kawasan yang kita bangun untuk melawan Iran."
Para oposisi pun menganggap Netanyahu lebih mementingkan program reformasi sistem peradilan yang jelas-jelas ditentang warga daripada kebijakan luar negeri Israel.
"Ini lah yang terjadi ketika Anda setiap hari sibuk dengan proyek peradilan gila ketimbang mengurus Iran," ucap Lapid.
Anggota parlemen lainnya dari kubu oposisi, Gideon Saar, juga mengolok-olok kegagalan Netanyahu dalam menangkal kemenangan Iran di kawasan.
"Netanyahu menjanjikan perdamaian dengan Arab Saudi. Pada akhirnya, mereka [Saudi] melakukannya dengan Iran," tutur Saar, sebagaimana dilansir Associated Press.
Kegagalan ini dianggap dapat memperburuk citra Netanyahu yang belakangan ini sudah terpuruk akibat rencananya mereformasi sistem peradilan.
Kebijakan luar negeri sendiri sebenarnya sempat menjadi program andalan Netanyahu, terutama Abraham Accords yang sempat dielu-elukan karena berhasil mendamaikan Israel dengan sejumlah negara Teluk.
Saudi disebut-sebut menjadi target utama Abraham Accords selanjutnya. Sejumlah sumber bahkan menyebut para pejabat Saudi dan Israel sudah kian dekat di bawah tanah.
Namun di permukaan, Saudi masih terus menegaskan bahwa mereka tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel jika Palestina belum benar-benar merdeka.
Meski rekonsiliasi Iran dan Saudi mencoreng reputasi Netanyahu, sejumlah pakar ragu kesepakatan itu benar-benar dapat merugikan Israel.
Seorang pakar politik Saudi dari Universitas Birmingham, Umar Karim, mengatakan Saudi dan Iran akan tetap menjadi rival di kawasan meski mereka sepakat rujuk.
Sementara itu, Saudi masih dapat menjalin hubungan mendalam bersama Israel sembari menjaga relasi transaksional dengan Iran.
"Pembicaraan bawah tanah antara Saudi dan Israel akan berlanjut. Kepemimpinan Saudi akan menerapkan lebih dari satu cara untuk mempertahankan keamanan nasionalnya," ucap Karim.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1997 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1828 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1356 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1237 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah