Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Pakar Sebut Perlu Edukasi Dampak Positif Kendaraan Listrik, Bukan Euforianya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ketua Majelis Profesi dan Etik MTI (Tenaga Ahli Utama) Pustral UGM Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU. ASEAN.Eng.,menyoroti soal paradigma kendaraan listrik sebagai hal yang perlu dilakukan agar masyarakat dapat memahami pentingnya migrasinya dari kendaraan berbahan bakar minyak.
Ia mencontohkan seperti sebelumnya masyarakat menggunakan alat transportasi berbahan bakar minyak dengan deru bunyi mesinnya, kemudian berpindah ke kendaraan bertenaga listrik yang tidak menggeluarkan bunyi sama sekali atau nol polusi suara ketika dikendarai. Hal inilah yang menurutnya perlu dibangun ke tengah-tengah masyarakat saat ini.
"Dalam kaitan dengan hal tersebut bukanlah euforia kendaraan listriknya, namun lebih ditekankan tetap pada keselamatannya," katanya, belum lama ini di Batubulan, Gianyar.
Menurutnya, awal dari kebijakan maupun perubahan pasti akan membawa dampak. Dampak tersebut bisa menguntungkan maupun merugikan. Maka itu, dalam hal ini dampak positifnya terlebih dahulu dilihat.
Pemerintah juga tentunya tidak tinggal diam dan didukung olah perguruan tinggi, tetapi jika nanti motor listrik terlalu mahal, dan tidak memberikan pendidikan terkait keselamatan kepada masyarakat untuk apa dilanjutkan.
"Transportasi tersebut salah satunya harus membahagiakan dan murah," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1493 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1127 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 972 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 860 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik