Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Panggil Leluhur Lewat Kentongan Bambu

Selat

Jumat, 25 Januari 2008, 19:51 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Karangasem ternyata kaya akan tradisi unik. Jumat (25/1) malam, para krama Desa Adar Sukaluwih, Kecamatan Selat, Karangasem bakal melakukan tradisi 'ngoncang' atau tradisi memukul kentongan bambu keliling desa. Ritual ini diyakini warga untuk memanggil para leluhur yang telah diaben (dikremasi, red). 

Tradisi ngoncang ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh para krama desa. Tradisi ini memakai sarana kentongan atau kulkul bambu, dan dipukul sesuai irama, yang telah diatur oleh anggota sekaa ngoncang.



Ngoncang, dilakukan lebih dari tiga puluh orang, per kelompok. Dalam satu desa biasanya dibentuk lebih dari lima sekaa oncang-oncangan. Tradisi ini dilakukan saat tengah malam, diarak keliling desa, hingga ke desa tetangga.Kelian sekaa oncang-oncangan, Wayan Agus, mengatakan, tradisi ngoncang merupakan warisan leluhur yang dilakukan setelah ngusaba Pura Dalem Puri, di Besakih, dan menjelang ngusaba dodol di Desa Amerta Bhuana. (psk)

 

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami