Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Wisatawan Domestik ke Bali Makin Lesu, ASPPI Desak Pajak Tiket Pesawat Dihapus

Selasa, 14 April 2026, 22:34 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Wisatawan Domestik ke Bali Makin Lesu, ASPPI Desak Pajak Tiket Pesawat Dihapus.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan kebijakan penghapusan sejumlah komponen pajak pada tiket pesawat guna mengembalikan minat wisatawan domestik ke Bali.

Langkah ini dinilai penting di tengah tingginya harga tiket pesawat yang menjadi salah satu faktor utama menurunnya kunjungan wisatawan nusantara.

Ketua Umum ASPPI, Azwani Awi, mengungkapkan mahalnya tiket pesawat dipicu oleh lonjakan harga avtur sebagai dampak perang di Timur Tengah. "Penyebab utama mahalnya tiket adalah kenaikan harga avtur. Informasi dari Pertamina menunjukkan harga avtur naik signifikan dari Rp12 ribu per liter minggu lalu menjadi Rp25 ribu per liter, atau naik 100%," ungkap Ketua Umum ASPPI Azwani Awi, saat jumpa pers event travel mart Ajeg Bali ke-7 di Badung, Selasa (14/4/2026).

Ia menyebut kenaikan harga tersebut diikuti oleh sejumlah maskapai seperti Citilink, Garuda Indonesia, hingga Lion Air Group yang mulai menaikkan tarif penerbangan. ASPPI bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) pun telah melakukan lobi kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, agar segera mengambil langkah menekan harga tiket. "Ini adalah ancaman bagi industri," sebutnya.

"Jika pajak-pajak ini dihapus, kenaikan harga tiket mungkin hanya berkisar Rp200.000, tidak sampai Rp600.000 seperti sekarang," katanya.

ASPPI mengakui adanya tren penurunan wisatawan domestik ke Bali, meskipun perlu validasi lebih lanjut karena wisatawan juga datang melalui jalur darat dan laut.

Hal senada disampaikan Ketua DPD ASPPI Bali, I Gusti Ayu Putu Sumarni, yang mengaku dampak penurunan sudah mulai dirasakan pelaku usaha pariwisata.

"Kami sangat merasakan dampaknya sejak kejadian banjir tahun lalu, wisatawan lokal belum ada keinginan kuat untuk kembali," kata pemilik Ravada Bali Tour & Travel.

Ia menambahkan, mahalnya tiket membuat wisatawan mulai melirik destinasi luar negeri yang dinilai lebih terjangkau dan memiliki kondisi lingkungan yang lebih bersih.

"Jika 3-4 tahun lalu Bali menjadi favorit utama, dalam 2 tahun terakhir destinasi luar negeri lebih disukai karena harganya bagus dan destinasinya bersih," singgungnya.

Namun demikian, data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali menunjukkan tren yang relatif stabil. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, AA Made Anggia Widana, menyebut kunjungan wisatawan domestik pada Maret 2026 mencapai 1.112.000 perjalanan.

"Jika dibandingkan dengan data 2025 yang berada di angka 1.133.000, angka saat ini masih tergolong normal dan tidak ada penurunan yang signifikan menurut laporan teman-teman di lapangan," sebutnya.

Ajeg Bali ke-7

Di tengah dinamika tersebut, ASPPI Bali tetap menggeliatkan sektor pariwisata melalui ajang Ajeg Bali ke-7 yang digelar pada 13–15 April 2026. Event ini menjadi wadah kolaborasi pelaku industri pariwisata lokal, mulai dari travel agent, akomodasi, transportasi hingga wisata bahari.

Ketua Pelaksana Ajeg Bali ke-7, Mangasi Manurung, menyebut antusiasme buyer cukup tinggi. "Target buyer kami sebenarnya adalah 80 orang per hari, namun yang sudah datang mencapai sekitar 92 buyer," ungkapnya.

Mengusung tema "Elevate Bali by The Sea", ajang ini menekankan potensi wisata bahari sebagai salah satu pilar utama pariwisata Bali, termasuk promosi produk seperti cruise dan phinisi kepada buyer dari luar Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami