Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pariwisata Yogya Diminta Tak Ikuti Pola Bali, Singgung Risiko Kerusakan Lingkungan
bbn/dok Tokopedia/Pariwisata Yogya Diminta Tak Ikuti Pola Bali, Singgung Risiko Kerusakan Lingkungan.
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta, GKR Mangkubumi, menegaskan arah pengembangan pariwisata di Yogyakarta tidak boleh meniru pola yang diterapkan di Bali.
Ia menilai, pendekatan pembangunan yang berorientasi investasi tanpa kendali berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan, khususnya di wilayah Gunungkidul.
Baca juga:
Pariwisata Bali Hadapi Tantangan, Okupansi Hotel Turun 8 Persen, Sekda Tekankan Kolaborasi
Pernyataan tersebut disampaikan GKR Mangkubumi dalam Musyawarah Daerah ke-IX Kadin Gunungkidul yang digelar di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (9/2/2026). Dalam forum tersebut, ia mengingatkan agar pemerintah daerah lebih selektif menerima investasi, terutama yang berpotensi mengubah karakter alam dan ruang hidup masyarakat.
“Ini Jogja, bukan Bali. Alam harus dijaga dari kerusakan,” kata Mangkubumi.
Menurut putri pertama Sri Sultan Hamengku Buwono X itu, setiap kebijakan pembangunan pariwisata harus berpijak pada daya dukung lingkungan dan karakter wilayah. Kawasan pesisir serta perdesaan di Gunungkidul dinilai memiliki ekosistem yang rentan jika dikelola tanpa perencanaan matang.
GKR Mangkubumi menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan tata ruang, termasuk ketentuan sempadan pantai. Ia juga menyoroti perlunya memilih investasi yang ramah lingkungan dan tidak semata-mata mengejar keuntungan jangka pendek.
Selain itu, Kadin didorong berperan aktif menghadirkan investasi padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja lokal. Model investasi seperti ini dinilai memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan pemerintah daerah tetap membuka ruang bagi investasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, seluruh proses pembangunan disebut tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
Ia menegaskan peran strategis Kadin sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata Endah, juga berkomitmen memberikan kemudahan perizinan secara transparan dan cepat, selama sesuai dengan ketentuan hukum.
“Kami sudah melihat beberapa perusahaan yang berkontribusi bagi Gunungkidul. Termasuk wilayah utara, maka kita siapkan akses jalan dan disetujui pemerintah pusat,” ujar Endah.
Dalam Musda tersebut, Joko Pitoyo kembali terpilih sebagai Ketua Kadin Gunungkidul untuk dua periode. Ia menyatakan komitmennya mendorong masuknya investasi padat karya guna menekan angka pengangguran, khususnya di wilayah utara Gunungkidul yang dinilai memiliki potensi industri. (sumber: kompas.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1696 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang