Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Pasukan Putin Terpecah, Wagner Group Ogah Gabung dengan Militer Rusia
beritabali.com/cnnindonesia.com/Pasukan Putin Terpecah, Wagner Group Ogah Gabung dengan Militer Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tentara bayaran Rusia, Wagner Group, menolak menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia terkait invasi Moskow ke Ukraina.
Bos Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, mengatakan dia tidak akan menandatangani kontrak dengan Kemhan Rusia dan bergabung dengan pasukan Negeri Beruang Merah.
"Perintah dan keputusan yang dikeluarkan oleh (Menteri Pertahanan Rusia Sergei) Shoigu berlaku untuk pegawai Kemhan dan personel militer. PMC Wagner tidak akan menandatangani kontrak apa pun dengan Shoigu," ucap Prigozhin melalui Telegramnya pada akhir pekan lalu.
"Wagner akan benar-benar mengejar kepentingan Federasi Rusia dan Panglima Tertinggi Rusia (Presiden Vladimir Putin)," paparnya menambahkan seperti dikutip CNN.
Pernyataan itu muncul setelah Kemhan Rusia mengeluarkan pengumuman pada Sabtu akhir pekan lalu bahwa "seluruh unit pasukan sukarelawan" Rusia, termasuk kelompok tentara swasta akan diminta menandatangani kontrak dengan kementerian tersebut.
Perintah tersebut diteken oleh Menhan Shoigu. Kemhan menuturkan kontrak ini akan "menjelaskan status hukum yang diperlukan" bagi pasukan di luar militer Rusia.
Perintah tersebut memang tidak menyebutkan Wagner Group. Tetapi, banyak pihak memandang perintah itu dikeluarkan Shoigu demi mengendalikan kekuatan pasukan di luar militer terutama Wagner yang belakangan terus bersitegang dengan angkatan bersenjata Rusia.
Sejak awal invasi Ukraina, Rusia telah mengandalkan pasukan bayaran dan sukarelawan terutama Wagner Group. Kelompok itu bahkan banyak membantu pasukan Rusia di Bakhmut, Ukraina, yang telah menjadi titik api peperangan selama beberapa bulan terakhir.
Belakangan, Prigozhin semakin gemar blak-blakan soal keburukan pasukan Rusia di medan perang. Ia menyebut banyak pasukan Rusia yang kabur dari posisi di medan perang.
Prigozhin bahkan blak-blakan menghina strategi perang militer Rusia yang dianggap buruk. Ia sampai menyebut para elit militer Rusia "duduk seperti kucing gendut di kantor mewah" sementara para pejuangannya "sekarat" di medan perang.
Baru-baru ini, Wagner Group juga menangkap seorang komandan pasukan Rusia di Ukraina karena memerintahkan pasukannya untuk menyerang kelompoknya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1950 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1764 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1310 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1183 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah