Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Paus Sperma Kerdil Terdampar di Pantai Tembles
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seekor paus sperma kerdil kembali terdampar di pesisir Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Selasa pagi (27/1/2026). Mamalia laut tersebut sehari sebelumnya sempat ditemukan warga dalam kondisi masih hidup namun terlihat lemah.
Penemuan awal terjadi pada Senin malam (26/1/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Dua warga setempat, I Made Widiarsana (52) dan I Gede Wirajana (54), melihat paus itu terombang-ambing di dekat bibir pantai sebelum akhirnya terdampar.
Baca juga:
Paus Tersangkut Karang di Perairan Gilimanuk
“Kondisinya sudah kelihatan lemas, ada memar juga di badannya. Kami coba bantu dorong ke laut karena masih hidup,” ujar Widiarsana.
Meski sempat diarahkan kembali ke perairan, paus tersebut kembali terdampar di lokasi yang sama keesokan paginya. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat desa serta penyuluh perikanan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas gabungan bersama penyuluh perikanan Kecamatan Mendoyo langsung turun ke lokasi guna melakukan pengecekan dan memastikan area tetap aman dari kerumunan warga. Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali agar penanganan terhadap satwa dilindungi ini berjalan sesuai prosedur.
Sekitar pukul 11.25 WITA, tim Jaringan Satwa Indonesia (JSI) / Jakarta Animal Aid Network (JAAN) wilayah Buleleng tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Ketua tim, drh. Farida Ulya Nugrahatin Dwi, mengungkapkan bahwa mamalia laut tersebut merupakan paus sperma kerdil dengan panjang sekitar 210 sentimeter.
“Dari kondisi fisiknya, kemungkinan besar paus ini mengalami disorientasi. Itu sering terjadi pada satwa laut tertentu, terutama saat cuaca atau arus tidak stabil,” jelasnya.
Farida menambahkan, memar yang terlihat pada tubuh paus masih memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pastinya.
“Kami belum bisa simpulkan penyebab pastinya. Namun saat ditemukan, respons geraknya cukup lemah sehingga harus segera ditangani,” lanjut Farida.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, paus sperma kerdil tersebut dievakuasi ke Kantor JSI/JAAN di Banyuwedang, Kabupaten Buleleng, untuk menjalani observasi serta perawatan intensif. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 11.45 WITA dengan dukungan tim gabungan di lapangan.
“Kami akan pantau perkembangannya dulu. Jika kondisinya membaik dan memungkinkan, target kami tentu upaya pelepasliaran kembali ke habitatnya,” ujar Farida.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5729 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan