Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pejabat Buleleng Rakor 3 Hari di Bali Handara, Istri Ikut Dilibatkan

Senin, 2 Februari 2026, 19:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pejabat Buleleng Rakor 3 Hari di Bali Handara, Istri Ikut Dilibatkan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pemerintah Kabupaten Buleleng akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) selama tiga hari mulai Selasa (3/2) di Bali Handara Golf and Resort, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Kegiatan ini diikuti seluruh pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Buleleng, dengan melibatkan para istri pejabat.

Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra, mengatakan Rakor tersebut merupakan yang pertama kali digelar dengan format seperti ini. Tujuannya untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun tim yang solid dalam tata kelola pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik.

Rakor dikemas dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) dan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Materi yang disampaikan mencakup pengadaan barang dan jasa, integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), serta upaya pencegahan korupsi.

“Ini baru pertama kami lakukan. Tujuannya untuk menyamakan persepsi, membangun teamwork, dan mensinergikan seluruh OPD agar tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di Buleleng bisa berjalan lebih baik,” ujar Sutjidra.

Lebih lanjut, Sutjidra menjelaskan keterlibatan istri para pejabat dimaksudkan agar terdapat pemahaman dan dukungan terhadap tugas serta tanggung jawab suami sebagai pejabat publik, khususnya dalam menjaga integritas.

“Istri harus paham dengan pekerjaan suaminya. Kami ingin tidak ada masalah yang terjadi. Tidak ada praktik KKN, tidak ada ‘nguluk-nguluk’, dan pemerintahan berjalan secara transparan,” tegasnya.

Sutjidra menyebutkan kegiatan Rakor ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng. Namun, terkait besaran anggaran yang digunakan, ia menyatakan hal tersebut menjadi kewenangan Inspektorat Buleleng.

“Kegiatan ini sangat penting sekali, untuk penguatan. Kami selenggarakan di Bali Handara, karena kegiatan seperti ini sering diadakan disana, dan pajaknya juga bisa kembali untuk daerah," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami