Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 20 Mei 2026
Pelatih Tampar Siswa, Dewan Pendidikan Tabanan: Membina Tidak Harus Dengan Fisik
Selasa, 25 September 2018,
17:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana berharap kejadian penamparan siswa saat Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) di SMPN 1 Kediriserupa tidak terulang lagi karena menurutnya membina tidak harus dengan fisik tetapi membina dengan cara lain seperti push up dan lain sebagainya.
[pilihan-redaksi]
"Tidak setuju ada acara tampar menampar, lebih baik membina dengan cara lain," tandasnya usai mediasi kasus pelatih menampar siswa di SMPN 1 Kediri.
"Tidak setuju ada acara tampar menampar, lebih baik membina dengan cara lain," tandasnya usai mediasi kasus pelatih menampar siswa di SMPN 1 Kediri.
Sementara untuk mediasi sendiri dipimpin langsung Kepala SMPN 1 Kediri Sagung Raka Suartini. Turut hadir Kediri Kompol I Nyoman Sumarajaya, Komite Sekolah, pelatih LKBB inisial ES dan oarng tua peserta LKBB. Mediasi yang dimulai pukul 11.00 Wita pada Selasa (25/9) di SMPN 1 Kediri menghasilkan keputusan, orang tua tidak mempermasalahkan video penamparan tersebut dan LKBB tetap dilanjutkan.
Kepala SMPN 1 Kediri, Sagung Raka Suartini memaparkan kronologi kejadian aksi penamparan itu pada Sabtu (22/9) dihadapan orang tua siswa. Pada dasarnya hal tersebut tidak ada kekerasan namun bagian pembinaan latihan agar semangat dalam mempertahankan juara LKBB kembali. Disamping aksi tersebut sudah disepakati oleh siswa.
Sementara siswa saat itu membawa HP karena memang arahan pelatih, sebab akan dibagi video gerakan, formasi dan ketangkasan ke masing-masing HP siswa untuk ditiru. "Seperti itu kronologisnya jadi ganjaran yang diberikan itu bukan ke satu atau dua orang siswa tetapi ke seluruh siswa," beber Suartini.
Atas permasalahan itu pun Suartini menyerahkan keputusan ke orang tua. Dan orang tua serta siswa yang ada dalam mediasi tidak keberatan. Siswa dan orang tua menjawab sepakat bahwa LKBB dilanjutkan. "Terimakasih dukungannya, usai mediasi kami akan buatkan berita acara bahwa kami sudah menindaklanjuti kasus ini," tegasnya.
[pilihan-redaksi2]
Ia pun meminta setelah adanya mediasi ini, kasus tidak diperluas kembali karena sudah selesai di interen sekolah. Termasuk pihaknya pun akan membuatkan surat pernyataan bermaterai 6 ribu kepada pelatih ES untuk tidak kembali melakukan hal tersebut.
Ia pun meminta setelah adanya mediasi ini, kasus tidak diperluas kembali karena sudah selesai di interen sekolah. Termasuk pihaknya pun akan membuatkan surat pernyataan bermaterai 6 ribu kepada pelatih ES untuk tidak kembali melakukan hal tersebut.
Anak Agung Ngurah Gede Panji Wisnu selaku Ketua Komite SMPN 1 Kediri mengaku sebelum adanya mediasi tersebut, ia berpikir macam-macam terkait dengan video yang viral tersebut. Sehingga dengan adanya kejadian ini, ia pun menyarankan mengambil hikmahnya sebagai pembelajaran karena bagaimana pun juga LKBB penting untuk pendidikan karakter, tetapi caranya membina tidak dengan menyentuh fisik.
"Satu sisi saya ucapkan apresiasi kepada pelatih karena sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk membina SMPN 1 Kediri," tandasnya. (bbn/nod/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1708 Kali
02
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1645 Kali
03
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1242 Kali
04
05
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1092 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026