Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pemuda Nyaris Bunuh Diri di Jembatan Sambangan Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang pemuda berinisial KBD (22) nyaris melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Sangket-Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Selasa (27/1) dini hari. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh sejumlah pemuda yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Dalam sebuah video yang beredar di aplikasi WhatsApp, KBD terlihat berdiri di atas tiang jembatan. Sementara itu, sepeda motor miliknya tampak terparkir di pinggir jembatan.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah pemuda langsung mendekati KBD dan menariknya turun dari tiang jembatan. "Kenapa? Ada masalah apa bli?" tanya salah seorang pemuda kepada KBD.
Dalam video berdurasi sekitar 40 detik itu, KBD mengaku tidak sanggup menjalani hidup. "Tiang sing kuat hidup bli," ucap KBD sambil menangis.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan setelah menerima informasi adanya percobaan bunuh diri, sejumlah personel Polsek Sukasada langsung dikerahkan menuju tempat kejadian perkara. KBD diketahui tinggal di salah satu perumahan di wilayah Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan.
“Personel piket Polsek Sukasada langsung menuju lokasi. Setibanya di TKP, yang bersangkutan (KBD) ditemukan dalam kondisi emosional," katanya.
Iptu Yohana menjelaskan, petugas sempat melakukan pendekatan persuasif dan mengajak KBD berkomunikasi untuk mengetahui permasalahan yang dihadapinya. Namun, yang bersangkutan enggan memberikan keterangan dan hanya menyebutkan alamat tempat tinggalnya.
“Upaya pendekatan secara humanis dilakukan selama kurang lebih 40 menit. Karena kondisi yang bersangkutan tidak kunjung stabil dan demi mencegah hal yang membahayakan, petugas kemudian mengambil langkah tegas dengan mengantarnya pulang ke rumah,” jelasnya.
Baca juga:
Ibu Satu Anak Nyaris Bunuh Diri
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, KBD diketahui diasuh oleh pamannya sejak masih bayi. Hal tersebut dilakukan karena kedua orangtua kandungnya telah lama meninggal dunia.
“Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi KBD. Polisi telah memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut serta mengimbau agar keluarga lebih meningkatkan pengawasan dan memberikan pendampingan psikologis,” tandas Iptu Yohana.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan