Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemuda Nyaris Bunuh Diri di Jembatan Sambangan Buleleng

Selasa, 27 Januari 2026, 14:46 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pemuda Nyaris Bunuh Diri di Jembatan Sambangan Buleleng.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Seorang pemuda berinisial KBD (22) nyaris melakukan aksi bunuh diri di Jembatan Sangket-Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Selasa (27/1) dini hari. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh sejumlah pemuda yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Dalam sebuah video yang beredar di aplikasi WhatsApp, KBD terlihat berdiri di atas tiang jembatan. Sementara itu, sepeda motor miliknya tampak terparkir di pinggir jembatan.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah pemuda langsung mendekati KBD dan menariknya turun dari tiang jembatan. "Kenapa? Ada masalah apa bli?" tanya salah seorang pemuda kepada KBD.

Dalam video berdurasi sekitar 40 detik itu, KBD mengaku tidak sanggup menjalani hidup. "Tiang sing kuat hidup bli," ucap KBD sambil menangis.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan setelah menerima informasi adanya percobaan bunuh diri, sejumlah personel Polsek Sukasada langsung dikerahkan menuju tempat kejadian perkara. KBD diketahui tinggal di salah satu perumahan di wilayah Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan.

“Personel piket Polsek Sukasada langsung menuju lokasi. Setibanya di TKP, yang bersangkutan (KBD) ditemukan dalam kondisi emosional," katanya.

Iptu Yohana menjelaskan, petugas sempat melakukan pendekatan persuasif dan mengajak KBD berkomunikasi untuk mengetahui permasalahan yang dihadapinya. Namun, yang bersangkutan enggan memberikan keterangan dan hanya menyebutkan alamat tempat tinggalnya.

“Upaya pendekatan secara humanis dilakukan selama kurang lebih 40 menit. Karena kondisi yang bersangkutan tidak kunjung stabil dan demi mencegah hal yang membahayakan, petugas kemudian mengambil langkah tegas dengan mengantarnya pulang ke rumah,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, KBD diketahui diasuh oleh pamannya sejak masih bayi. Hal tersebut dilakukan karena kedua orangtua kandungnya telah lama meninggal dunia.

“Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi KBD. Polisi telah memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut serta mengimbau agar keluarga lebih meningkatkan pengawasan dan memberikan pendampingan psikologis,” tandas Iptu Yohana.

Catatan redaksi: 
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian. 

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami