Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Penjelasan BMKG Soal Curah Hujan Tak Menentu di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Putu Agus Dedy Permana, Sabtu,(29/4/2023) di Kuta, Badung menjelaskan cuaca di Bali terjadi curah hujan yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Ia mengatakan beberapa faktor penyebab terjadinya hujan mulai dari terjadinya labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif skala lokal yang terdapat di wilayah Bali.
Dikatakan suhu muka laut di sekitar wilayah Bali umumnya berkisar antara 28 - 30°C., Faktor suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air) di wilayah Bali serta faktor massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb (12.000 meter).
"Kondisi ini masih tergolong normal," jelasnya.
Dirinya memperkirakan, Kondisi hujan kemungkinan akan terjadi hingga 3 hari ke depan.
Permana menghimbau, agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir.
"Masyarakat umum, Nelayan dan Pelaku Kegiatan Wisata Bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan selatan Bali.Agar selalu memperhatikan Informasi BMKG khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem," imbaunya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1873 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1704 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1269 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1138 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah