Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Perahu Diduga Selundupkan Manusia Terbalik, 39 Orang Hilang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Penjaga Pantai Amerika Serikat pada Selasa (25/1) mencari 39 orang yang telah hilang selama beberapa hari setelah satu perahu, yang diyakini digunakan untuk menyelundupkan orang, terbalik di lepas pantai Florida dalam perjalanan dari Bahama.
Seseorang yang kebetulan berada di dekat lokasi menyelamatkan seorang pria yang berpegangan pada perahu, sekitar 72 kilometer sebelah timur Fort Pierce. Orang itu kemudian menelepon Penjaga Pantai pada Selasa (25/1) pagi, kata badan keamanan maritim di Twitter.
Pria itu mengatakan dia bersama 39 orang lainnya pergi meninggalkan pulau Bimini di Bahama pada Sabtu (22/1) malam. Dia mengatakan perahu terbalik dalam cuaca buruk dan tidak ada yang memakai jaket pelampung.
Penjaga Pantai menduga itu kasus penyelundupan manusia. Para pejabat mengatakan di Twitter bahwa mereka melakukan pencarian melalui udara dan laut di area sekitar 218 kilometer yang membentang dari Bimini ke pulau kecil di Fort Pierce.
Para migran telah lama menggunakan pulau-pulau di Bahama sebagai batu loncatan untuk mencapai Florida dan Amerika Serikat. Mereka biasanya mencoba memanfaatkan jeda cuaca untuk menyeberang, tetapi perahu-perahu yang digunakan sering kelebihan beban dan rentan terbalik. Selama bertahun-tahun insiden itu menyebabkan ribuan kematian.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1669 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1629 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1233 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1077 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah