Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Perbekel Sidan Raih Mediator Awards 2025 Berkat Penyelesaian Sengketa Berbasis Adat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Perbekel Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, I Made Sukra Suyasa, berhasil meraih penghargaan nasional Mediator Awards 2025 dari Dewan Sengketa Indonesia (DSI) dalam ajang Indonesia Alternative Dispute Resolution (IADR) Awards 2025.
Penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang dinilai berperan aktif dalam penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi.
Penetapan penghargaan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 3029/K/DSI/X/2025 yang ditandatangani oleh Prof. Sabela Gayo, Pengurus DSI periode 2021–2026. Sukra Suyasa dinilai berhasil menerapkan pendekatan dialogis, musyawarah, dan mediasi adat dalam menangani berbagai persoalan masyarakat di tingkat desa.
Baca juga:
Ranperda Baru, Perbekel di Karangasem Bakal Dapat Tunjangan Anak-Istri hingga Purna Bhakti
Sejak menjabat sebagai Perbekel, dirinya dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan nilai-nilai restoratif dan kearifan lokal. Pendekatan tersebut membuat berbagai sengketa antarwarga di Desa Sidan dapat diselesaikan damai tanpa harus melalui jalur hukum formal.
Dalam keterangannya, Made Sukra Suyasa mengaku terharu dan bersyukur atas penghargaan yang diterimanya.
“Saya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan di tingkat nasional seperti ini. Bagi saya, ini bukan semata-mata prestasi pribadi, tetapi hasil kerja bersama seluruh perangkat desa dan masyarakat Sidan yang selalu mengutamakan penyelesaian damai dalam setiap perbedaan,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat sistem penyelesaian sengketa berbasis adat dan budaya Bali.
“Di desa, banyak konflik kecil yang jika tidak diselesaikan dengan bijak bisa berkembang besar. Melalui mediasi, kita bisa menjaga rasa menyama braya dan keharmonisan sosial. Itulah nilai yang selalu kami pegang di Desa Sidan,” tambahnya.
Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendekatan adat dan nilai lokal tetap relevan dan efektif dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tingkat desa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3863 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1817 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang