Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Perumda MGS Badung Siapkan Pengolahan Sampah Mandiri di 9 Pasar, Kuta 2 Jadi Percontohan
beritabali/ist/Perumda MGS Badung Siapkan Pengolahan Sampah Mandiri di 9 Pasar, Kuta 2 Jadi Percontohan.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung tengah mengkaji program pengolahan sampah mandiri di sembilan pasar yang berada di bawah naungannya.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan penanganan sampah di sumber serta mengurangi beban pembuangan ke TPA Suwung.
Direktur Utama Perumda MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha menjelaskan, sampah yang dihasilkan dari aktivitas pasar nantinya akan diolah langsung di lokasi menggunakan mesin komposter. Hasil olahan tersebut direncanakan menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.
Baca juga:
Koster Dorong Percepatan Proyek Sampah Jadi Listrik di Bali, Target Groundbreaking Juni 2026
"Sampah pasar akan kami olah di sana, di tempatnya, agar mudah-mudahan bisa menghasilkan kompos. Rencananya hasil olahan itu akan kami campur dengan kotoran hewan di Pasar Beringkit supaya menjadi pupuk berkualitas," jelasnya belum lama ini di Desa Mengwi, Kabupaten Badung.
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada April 2026 dengan penempatan mesin komposter di masing-masing pasar. Sebagai tahap awal, Pasar Kuta 2 dipilih menjadi proyek percontohan karena berada di kawasan pariwisata dengan volume sampah harian yang tinggi.
Adapun sembilan pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda MGS meliputi Pasar Petang, Pasar Desa Sembung, Pasar Tenten Taman Ayun Mengwi, Pasar Hewan Beringkit, Pasar Umum Beringkit, Pasar Desa Kapal, Pasar Kuta 1, Pasar Kuta 2, dan Pasar Nusa Dua.
"Targetnya Astungkara bulan depan sudah bisa mulai, dan Pasar Kuta 2 jadi percontohan karena produksinya hampir 2 ton per hari. Kami sedang upayakan penyelesaian di hulu, makanya ke depan akan ditaruh mesin-mesin komposter di sana," paparnya.
Perumda MGS juga membantah isu yang menyebut adanya imbauan kepada pedagang untuk membawa pulang sampah ke rumah. Sebaliknya, pihaknya telah menerbitkan kebijakan yang mewajibkan pedagang untuk memilah sampah organik dan anorganik di fasilitas yang telah disediakan.
"Selama menunggu sistem pengolahan mandiri beroperasi penuh, pengangkutan sampah saat ini masih bekerja sama dengan pihak ketiga atau yayasan," cetusnya.
Namun demikian, biaya operasional pengangkutan sampah dinilai cukup membebani keuangan perusahaan, dengan total mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan.
"Biaya angkut untuk Pasar Kuta 1 dan Kuta 2 saja totalnya mencapai Rp 30-an juta per bulan, jadi ini yang mau kita hemat kalau program pengolahan mandiri sudah jalan. Selama belum mulai diolah sendiri, kami tetap minta pedagang memilah dan tetap diangkut oleh rekanan jasa sampah," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1016 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 818 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 634 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 595 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik