Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Peternak di Jembrana Padukan Ayam dan Budidaya Maggot
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pandemi covid-19 tidak menyurutkan niat seseorang untuk berusaha bertahan hidup. Mereka tetap berusaha di masa pandemi ini dan optimistis akan ada jalan agar bisa mendapatkan uang.
Seperti yang dilakukan seorang pengusaha kuliner di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana yang pindah haluan menjadi Peternak ayam petelur.
Pengusaha kuliner di Kabupaten Jembrana bernama Cipto ini, kini merambah usaha peternakan ayam petelur tempatnya di belakang rumah makannya.
Peternakan ayam petelur yang dilakukan sejak empat bulan terakhir ini, menggunakan cara budidaya maggot untuk mengatasi masalah pencemaran udara.
“Masalah utama peternak ayam petelur adalah pencemaran yaitu udara. Maka dengan memadukan ternak maggot, diharapkan bisa mengurangi pencemaran pada udara. Selain bisa menghilangkan bau dari kotoran ayam, manggot juga bisa menjadi makanan ayam yang berprotein tinggi. Sederhananya, maggot memakan kotoran ayam dan maggotnya juga bisa untuk makanan ayam,” ungkapnya.
Adanya ide cemerlang dari Cipto ini membuat keinginan tahuan wakil Bupati Jembrana Gede Ngurah Patriana Krisna. Dengan meluangkan waktunya Wakil Bupati Patriana Krisna melihat langsung peternakan ayam petelur milik Cipto yang berada di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara Jembrana Senin (16/08/2021).
Usai melihat peternakan ayam petelur dan peternak maggot, Patriana Krisna mengungkapkan, ide kreatif seperti ini yang patut ditiru dan dikembangkan bagi para peternak ayam di Jembrana.
“Kalau semua pengusaha peternakan ayam petelur menggunakan cara ini, tidak akan ada lagi keluhan bau dari warga sekitar,” tegasnya.
Dengan memadukan peternakan ayam dan peternakan maggot, sangat menguntungkan bagi peternak. Ayam petelur mendapat makanan dan manggot bisa dijadikan makanan ayam. Keuntungan lainnya, peternakan ayam tidak bau. Karena selama ini, salah satu masalah yang ditimbulkan adalah keluhan bau dari peternakan yang bisa menyebar ke lingkungan sekitar.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1534 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1155 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1005 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 883 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah