Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Polisi Terus Bidik Aktor Intelektual
BERITABALI.COM, BULELENG.
Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng dan Tim Khusus dari Polda Bali tidak saja menargetkan pengejaran terhadap para pelaku pembakaran yang masih menjadi buronan.
Namun, upaya mencari aktor intelektual dibalik peristiwa itu juga terus dilakukan dengan melakukan pemanggilan terhadap orang yang dicurigai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Polisi terhadap tiga orang saksi, yakni Wakil Ketua DPRD Buleleng, Wayan Arta, Ketua Fraksi Peduli Bangsa, Gede Ton Hitler dan Koordiantor LSM Gema Nusantara, Antonius Sanjaya Kiabeni hingga kini belum bisa mengarah kepada aktor intelektualnya.
“ Titik terang aktor intelektual aksi pembakaran belum ditemukan dan pemanggilan terhadap dua anggota DPRD Buleleng dari Fraksi Peduli Bangsa, termasuk aktivisi LSM Gema Nusantara hanya sebatas saksi. Penanganan kasus ini kan masih berjalan, kita terus lakukan upaya-upaya pembuktian, †tegas Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Pande Putu Sugiarta.
“ Pertemuan yang dilakukan ketiga saksi dengan Nyoman Sember hanya sebatas koordinasi dan bertemu biasa, ungkap Pande Sugiarta.Sementara dari penangganan kasus pembakaran sejumlah kantor perbekel saat Pilkada lalu,
Jajaran Polres Buleleng telah menetepkan sepuluh tersangka dan delapan tersangka status penahanan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Singaraja.Selain itu, Polres Buleleng bersama Polda Bali masih terus melakukan pengejaran terhadap beberapa pelaku yang belum tertangkap.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 361 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 338 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 335 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang