Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Presiden Duterte Lakukan Pembersihan di Kepolisian Filipina
Selasa, 31 Januari 2017,
20:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Manila. Presiden Filipina Rodrigo Duterte menangguhkan pembasmian narkoba, karena berniat membersihkan jajaran kepolisian yang digerogoti korupsi.
Kantor berita AFP mengabarkan, hal itu diungkap Duterte, Senin (30/1/2017).
"Wahai polisi, kalian adalah badan pemerintah terkorup di Filipina," kata Duterte.
"Korupsi ternyata sudah mendarah daging dan merasuk dalam sistem tubuh kalian," lanjut Duterte.
Menurut Pemimpin Filipina itu, hampir 40 persen jajaran kepolisian terlibat kegiatan ilegal. Sejak Duterte menjadi presiden tujuh bulan lalu, lebih dari 2.500 korban tewas di tangan polisi. Mayoritas korban adalah pengedar dan pengguna narkoba, dan beberapa di antaranya tewas karena mempertahankan diri.
Kelompok pembela Hak Asasi Manusia menyebutkan, petugas polisi Filipina menembak korban yang tak berdaya, bahkan menanam barang bukti dan senjata api di mayat para korban. Sedikitnya 4 ribu orang tewas tanpa sebab jelas.
Upaya pembersihan di tubuh Polisi dilakukan Presiden Duterte, setelah kepolisian Filipina tercoreng oleh peristiwa pembunuhan warga Korea Selatan pekan lalu. Delapan tersangka, tiga di antaranya polisi, terlibat penculikan dan pembunuhan warga Korsel bermarga Ji. Walaupun pihak korban telah mengirim uang ransum sebesar 5 juta Won (sekitar Rp 1,3 miliar), namun korban tetap tak dibebaskan. Ternyata korban dicekik sampai mati saat diculik beberapa hari sebelumnya.
Setelah membersihkan tubuh kepolisian Filipina, Presiden Duterte berjanji hendak meneruskan pembasmian narkoba di akhir masa jabatannya tahun 2020 mendatang.
"Saya akan lanjutkan di akhir pemerintahan saya," kata Duterte yang bertekad melanjutkan operasi anti narkoba selama ia berkuasa.
Kepala Kepolisian Filipina Ronald Dela Rosa mengumumkan aksi anti-narkoba di seluruh Filipina akan dibekukan untuk sementara waktu.
"Tidak ada lagi operasi anti narkoba. Kita akan pusatkan perhatian pada pembersihan intern," kata Ronald Dela Rosa.[bbn/idc/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026