Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Produksi Arak Didorong Gunakan Berbahan Dasar dari Petani Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Bupati Karangasem, I Gede Dana membuka lomba Mixologi Arak Bali sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah mengangkat budaya Bali khususnya arak ke dunia internasional serta untuk mengubah negatif image arak.
Lomba mixology arak bali diikuti oleh 14 bartender berpengalaman asal Karangasem, digelar di Taman Tirta Gangga, Ababi, Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (03/04/2021).
Usai menyaksikan jalannya lomba, Bupati Gede Dana mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan arahan Gubernur Bali terkait legalisasi terhadap arak Bali.
Dengan harapan bisa membangkitkan pengerajin dan menaikkan nilai jual arak. Ia juga meyakini, lomba mixology berbahan dasar arak Bali dapat membuka pola fikir masyarakat terhadap kesan negatif minuman beralkohol selama ini.
“Tentu hasilnya nanti, arak Bali khususnya arak Karangasem bisa menjadi tuan rumah di Bali untuk menjamu tamu-tamu mancanegara. Bukan untuk mabuk-mabukan,” ucapnya.
Bupati dari Partai berlambang Kepala Banteng Moncong Putih juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi para peserta. Ia mengajak peserta yang didominasi anak muda ini turut serta menggaungkan arak Bali khas Karangasem.
“Kita wajib menyosialisasikan arak Bali. Kabupaten Karangasem dari dulu sangat dikenal sebagai pusatnya arak Bali. Kita harus sosialisaskan, agar minuman arak bali ini jadi trending minuman khas Bali. Kalau Jepang punya sake, di Korea ada soju, di eropa ada wine,maka Bali memiliki arak Bali yang bisa dipromosikan,” tandasnya.
Kedepan, Bupati Gede Dana menyebutkan akan menata minuman beralkohol yang ada di Bali, khususnya di Karangasem. Pemerintah tidak ingin banyak orang yang memproduksi tanpa ada ijin produksi, tanpa diatur, tanpa ditata.
“Kami khawatir destilasi minuman fermentasi atau oplosan berkembang pesat dan liar, tidak terkontrol di Karangasem bahkan mematikan arak tradisional yang turun temurun telah diproduksi nenek moyang kita. Pemerintah dalam waktu dekat akan menata, bukan melarang kelompok atau orang yang memproduksi arak tanpa diatur tanpa ditata,” tegasnya.
Masyarakat diminta turut serta membantu pemerintah membina, mengawasi produksi minuman beralkohol yang telah lama berkembang di Karangasem. Dirinya akan mendorong, nantinya agar produksi arak fermentasi yang telah memenuhi syarat harus menggunakan bahan dasar yang ditanam oleh petani asli Karangasem.
Bupati Gede Dana menegaskan, di masa kepimpinannya, Ia ingin membangkitkan Pariwisata Karangasem. Sebelum Pariwisata resmi dibuka oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah harus mulai bersiap dan berbenah.
“Bulan Juni Juli kemungkinan Pariwisata Bali akan dibuka, bahkan penerbangan Internasional juga direncanakan akan dibuka. Kita juga harus mulai berbenah dan menyiapkan diri dengan matang untuk menarik para wisatawan agar berkunjung ke Karangasem,” ujarnya.
Dirinya menegaskan, akan bekerja dengan fokus tulus dan lurus untuk membangun Karangasem. “Sekalipun banyak halangan yang akan kami hadapi. Kami akan bekerja keras untuk membangun Karangasem. Tegak lurus dan akan membuktikan bahwa Karangasem akan bangkit menuju Karangasem Era Baru,” tegasnya.
Lomba ini baru tingkat kabupaten, nanti pemenang akan dilombakan ke tingkat Provinsi. Jika dalam waktu dekat pariwisata pulih kembali, para peserta bisa mendapat prioritas dalam dunia Pariwisata untuk mempromosikan arak bali.
“Saya akan menarik sebanyak-banyaknya investasi masuk ke Karangasem. Kami akan berkomunikasi ke Pusat agar pembangunan infrastruktur di Karangasem mendapatkan perhatian khusus dalam mendukung bangkinya pariwisata Karangasem," tutupnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3802 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1351 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 851 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun