Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Program Desa Bisa Ekspor di Jembrana, Produk Lokal Berpeluang Tembus Pasar Global
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) meluncurkan program Desa BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor yang berlangsung di Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (9/9) pagi.
Program ini bertujuan mendorong desa-desa di Indonesia, termasuk di Bali, agar lebih mandiri dan mampu menembus pasar internasional.
Baca juga:
Gandeng Diskominfo, Disdukcapil Gianyar Genjot Layanan Adminduk Digital di Desa dan Kelurahan
Wakil Menteri Desa, Riza Patria, menegaskan bahwa desa tidak boleh lagi sekadar menjual bahan baku. Ia menekankan pentingnya hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah yang lebih besar.
“Desa harus berani masuk ke hilirisasi, berinovasi, dan terkoneksi dengan pasar global. Bukan hanya jual bahan mentah, tapi sudah dalam bentuk produk jadi yang punya nilai tambah,” kata Riza.
Menurutnya, masa depan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada desa, karena hampir 90 persen wilayah Indonesia merupakan kawasan pedesaan. Data terbaru mencatat, ada lebih dari 5.500 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) aktif dan 80 ribu koperasi desa yang menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan.
Program Desa Bisa Ekspor akan mempercepat pengembangan desa dengan strategi 3T, yaitu: Terbaik: Produk berkualitas, Terbanyak: Kuantitas memadai, Tercepat: Percepatan kemajuan desa.
Hingga saat ini, sekitar 2.300 desa binaan telah dipetakan, baik yang sudah siap ekspor maupun yang masih membutuhkan pendampingan. Program ini juga memfasilitasi pertemuan langsung antara desa dengan calon pembeli internasional.
Riza menambahkan, keberhasilan desa hanya bisa dicapai dengan kolaborasi banyak pihak. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, masyarakat, hingga media.
“Kalau desa maju, Indonesia otomatis ikut maju. Desa harus jadi subjek pembangunan, bukan hanya objek,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1170 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 911 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 740 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 679 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik