Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Putin Selak Pidato Pemimpin Afrika Saat Mediasi Konflik Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyela pidato pembukaan oleh para pemimpin Afrika yang berusaha menengahi konflik Ukraina. Putin lantas menyampaikan daftar alasan mengapa dia yakin proposal mereka salah arah.
Reuters menjelaskan Putin awalnya menyambut para pemimpin dari Senegal, Mesir, Zambia, Uganda, Republik Kongo, Komoro dan Afrika Selatan ke Istana Konstantinovsky abad ke-18 di pantai selatan teluk Finlandia.
Namun usai presentasi dari pemimpin Komora, Senegal dan Afrika Selatan dia menantang asumsi rencana-rencana yang disampaikan sebelum pemimpin lainnya mendapat giliran.
Putin lalu menegaskan posisinya bahwa Ukraina dan negara barat telah memulai konflik jauh sebelum Rusia mengirim angkatan bersenjatanya ke perbatasan Ukraina pada Februari 2022.
Dia mengatakan Barat, bukan Rusia, yang bertanggung jawab atas kenaikan tajam harga pangan global pada awal tahun lalu.
Putin menjelaskan ke para delegasi ekspor biji-bijian Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam yang diizinkan Rusia selama setahun terakhir tidak berhubungan dengan kesulitan Afrika dengan harga pangan tinggi karena sebagian besar ekspor ke negara-negara kaya.
Dia mengatakan Rusia tidak pernah menolak pembicaraan dengan pihak Ukraina, yang telah diblokir oleh Kyiv.
Rencana Afrika mencakup pengembalian semua anak yang terjebak dalam konflik dikembalikan ke tempat asal mereka. Meski begitu Putin mengatakan Rusia tak pernah mencegah anak Ukraina kembali ke rumahnya.
"Kami membawa mereka keluar dari zona konflik, menyelamatkan hidup mereka," kata Putin.
Para pemimpin Afrika mencari kesepakatan tentang serangkaian 'langkah membangun kepercayaan' bahkan ketika Ukraina pekan lalu mulai melakukan serangan balasan untuk memukul mundur pasukan Rusia dari wilayah yang sudah mereka duduki.
"Kami datang ke sini untuk mendengarkan Anda, dan melalui Anda, rakyat Rusia, dan mendorong Anda memasuki negosiasi dengan Ukraina untuk mengakhiri cobaan yang sulit," kata Presiden Komoro Azali Assoumani dan Ketua Uni Afrika saat ini.
"Kami memberikan diri kami misi ini karena, sebagai orang Afrika, sayangnya, kami harus mengelola banyak konflik dan melalui dialog dan negosiasi kami berhasil menyelesaikannya," ujar dia lagi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan setelah bertemu dengan para pemimpin di Kyiv pada Jumat bahwa pembicaraan damai dengan Rusia hanya mungkin dilakukan usai Rusia menarik pasukannya dari wilayah yang mereka duduki.
Putin mengatakan Rusia 'terbuka untuk dialog konstruktif dengan siapa pun yang ingin membangun perdamaian berdasarkan prinsip keadilan dan pengakuan atas kepentingan sah para pihak'
Namun Rusia sudah berulang kali menyatakan bahwa penyelesaian apa pun harus mempertimbangkan 'realitas baru' yang berarti deklarasi aneksasi lima provinsi Ukraina, empat di antaranya baru dikontrol sebagian.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4432 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2047 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1545 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1001 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 937 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun