Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Ratusan Pria Dilarikan ke Rumah Sakit Karena Ereksi Berjam-Jam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah laporan yang diambil dari data digital NHS menyebut kasus priapisme di Inggris meningkat 16 persen selama 10 tahun terakhir.
Priapisme adalah suatu kondisi penyalahgunaan obat-obatan seperti Viagra yang ilegal layaknya kokain.
Tahun lalu, ada 326 pria yang dilarikan ke rumah sakit di Inggris karena ereksi yang menyakitkan berjam-jam akibat obat-obatan.
Beberapa penderita bahkan dilaporkan berusia antara 80-an hingga 90-an tahun.
Ini juga dapat dipicu oleh penyakit sel sabit dan leukemia dengan beberapa kasus baru-baru ini terkait dengan Covid.
Priapisme dapat menyebabkan jaringan parut bahkan impotensi jika tak diobati segera dengan kompres es atau operasi.
Acara TV seperti Channel 4's Embarrassing Bodies diyakini telah mendorong lebih banyak pria untuk mencoba.
Angka-angka NHS Digital dari rumah sakit di Inggris menunjukkan usia rata-rata pasien adalah 40 tahun.
Meski begitu, tahun lalu ada satu di usia 90-an dan sebelumnya ada enam pasien berusia 80-an.
"Mungkin itu terkait dengan memburuknya kondisi yang sudah ada sebelumnya atau peningkatan penggunaan narkoba," ujar Dr. Shalini Andrews dari Asosiasi Kesehatan Seksual dan HIV Inggris.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3671 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1338 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 925 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 701 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun