Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Rekombinan Virus Corona, WHO Peringatkan Potensi Merebak
BERITABALI.COM, DUNIA.
WHO selaku Badan Kesehatan Dunia memperingatkan kembali kemungkinan adanya berbagai jenis rekombinan virus corona yang bisa merebak.
Hal ini dinyatakan pekan lalu terkait adanya virus rekombinan baru kombinasi strain Omicron BA.1 dan BA.2. WHO mencuit pada Sabtu (19/3/2022), rekombinan Delta AY.4 dan Omicron BA.1, menurut Times of India.
"Rekombinan diprediksi karena #SARSCoV2 tersebar luas di antara manusia dan banyak spesies hewan sekarang. Pengujian, pengawasan, pengurutan dan berbagi data penting untuk melacak kondisi pandemi dan mengambil tindakan dini ketika varian baru muncul," jelas Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan.
Apa itu virus rekombinan?
"Kombinasi varian virus corona Omicron dan Delta dikenal sebagai rekombinan," kata Ahli Epidemiologi Penyakit Menular dan Pimpinan Teknis Covid-19 WHO, Marian Van Kherkhove.
Berdasarkan laporan penelitian, virus rekombinan memiliki protein lonjakan dan struktural dari BA.1 dan bagian genom yang tersisa dari Delta. Virus rekombinan memiliki komposisi genetik dari kedua strain asli.
Penyebab virus rekombinan
Rekombinan terjadi ketika setidaknya dua genom virus menginfeksi sel inang yang sama dan bertukar segmen genetik. Rekombinasi biasanya terjadi pada varian dari jenis virus yang sama.
Ada berbagai jenis rekombinasi pada virus, rekombinasi homolog, rekombinasi non-homolog, dan pengocokan atau reassortment. (sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4345 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1467 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 961 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 940 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 897 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun