Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Rusia Berduka Blogger Pro-Putin Tewas Saat Ledakan: Pembela Kebenaran
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Berduka Blogger Pro-Putin Tewas Saat Ledakan: Pembela Kebenaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia berduka setelah seorang blogger pro-Presiden Vladimir Putin, Vladlen Tatarsky, tewas dalam ledakan di salah satu kafe di St Petersburg pada Minggu (2/4).
"[Tatarsky] merupakan pembela kebenaran," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, seperti dilansir AFP.
Zakharova kemudian membahas betapa sedikit sorotan dari Barat atas kematian Tatarsky, "walau mereka selalu memperhatikan keberadaan jurnalis dan kebebasan pers."
Menurut Zakharova, Tatarsky "berbahaya" bagi Ukraina, tapi "tetap berani bekerja hingga akhir, memenuhi tugasnya."
"Jurnalis Rusia terus merasakan ancaman dari serangan rezim Kyiv [Ukraina]," ucapnya.
Ia juga berkata, "Berkat koresponden-koresponden perang Rusia lah dunia melihat kebenaran, gambar-gambar operasional, dan mengetahui yang terjadi di Ukraina."
Selama ini, Tatarsky dikenal sebagai blogger militer yang mendukung invasi Rusia di Ukraina. Pria berusia 42 tahun itu lahir di Donetsk, kawasan timur Ukraina yang dicaplok sepihak oleh Rusia baru-baru ini.
Tatarsky tewas saat ledakan mengguncang kafe Street Food Bar No.1 di pusat St. Peterseburg. Selain Tatarsky, sekitar 19 orang lainnya juga terluka akibat ledakan tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Rusia menyatakan kepolisian menerima laporan mengenai ledakan itu pukul 18.13 waktu setempat. Hingga kini, petugas masih menyelidiki insiden tersebut.
Seorang sumber mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa ledakan itu terjadi akibat "alat peledak yang disembunyikan di dalam patung yang diberikan kepada Tatarsky sebagai hadiah."
Kelompok yang mengklaim sebagai Pasukan Informasi Rusia, Cyber Front Z, mengklaim mereka menyewa kafe tersebut saat insiden terjadi.
"Ada serangan teroris. Kami sudah mengambil tindakan-tindakan keamanan, tapi sayangnya tidak cukup," demikian pernyataan Cyber Front Z melalui Telegram.
Pernyataan itu berlanjut, "Belasungkawa untuk semua yang mengenal koresponden perang yang sempurna dan rekan kami, Vladlen Tatarsky."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4467 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2261 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1153 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1015 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun