Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Rusia: Blogger Yang Tewas Ancaman Bagi Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menyatakan blogger pro-pemerintah, Vladlen Tatarsky, yang tewas dalam ledakan di sebuah kafe di Saint Petersburg merupakan ancaman bagi rezim Ukraina.
Baca juga:
Kapal Tenggelam, Enam Orang Tewas
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan selain Tatarsky, jurnalis Negeri Beruang Merah lainnya juga menghadapi ancaman kematian yang konstan.
"Jurnalis Rusia menghadapi [Ancaman] dari rezim Kyiv dan kaki tangannya," ujar Zakharova, Minggu (2/4).
Kaki tangan yang ia maksud adalah sekutu dekat Ukraina, seperti negara-negara Barat.
Zakharova juga mengatakan Tatarsky merupakan sosok yang "berbahaya" dan menimbulkan kebencian bagi Ukraina karena aktivitas 'profesional' dia."
Tatarsky selama ini dikenal sebagai blogger Rusia yang mendukung invasi. Laki-laki itu lahir pada 1981 di Donetsk, wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia tahun lalu.
Zakharova lantas mengkritik sikap Barat yang tutup mata soal kematian Tatarsky.
Lebih lanjut, diplomat itu menerangkan jurnalis Rusia dianiaya, dicap dengan label khusus di platform digital yang dimiliki Amerika.
"Dan menjadi sasaran perburuan di media Barat," kata Zakharova seperti dikutip RT.
Namun, kelompok dan organisasi hak asasi internasional "diam-diam mengabaikan" dugaan represi itu.
Zakharov juga mengatakan tak satu pun dari pembunuhan jurnalis Rusia yang pernah disambut dengan belas kasih di Barat. Ia lalu membandingkan jurnalis yang tewas di Ukraina dan dianggap "berhasil."
"Kurangnya reaksi di Gedung Putih [AS], di Downing Street [Inggris], Istana Elysee [Prancis], berbicara untuk dirinya sendiri," imbuh Zakharova.
Tatarsky tewas dalam ledakan di sebuah kafe di Saint Petersburg, Rusia pada akhir pekan lalu. Ia tewas usai menerima hadiah berupa patuh yang didalamnya diduga berisi alat peledak.
Salah satu sumber menyatakan Tatarsky menerima hadiah patung dari seorang perempuan.
"Perempuan ini duduk di meja kami. Saya melihatnya dari belakang, dia berbalik. Saat dia memberi patung itu, dia pergi dan duduk di tempat berbeda, di dekat jendela," ungkap saksi itu, seperti dikutip CNN dari media pemerintah Rusia.
Dalam kesempatan itu, Zakharova juga menyampaikan bela sungkawa.
"[Tatarsky] merupakan pembela kebenaran," ujar dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1989 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1815 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1345 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1224 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah