Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Rusia Bombardir Pelabuhan Utama Ukraina, Picu Harga Gandum Meroket
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia membombardir pelabuhan pedalaman utama Ukraina, Izmail, di seberang Sungai Danube pada Rabu (2/8).
Imbas serangan ini, harga biji-bijian global naik. Pelabuhan Izmail terletk di muara Sungai Killia, Danube.
Di Danube ada dua pelabuhan lain yakni Pelabuhan Laut Ust di Teluk Zhebriyans?ka Laut Hitam dan di muara Ochakiv muara Delta serta Pelabuhan Reni di tepi kiri Sungai Donau.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksandr Kubrakov mengatakan serangan Rusia merusak hampir 400 ribu ton gandum yang siap dikirim ke negara-negara Afrika, China, dan Israel. Ia juga mengatakan infrastruktur Pelabuhan Danube hancur.
"Gandum Ukraina sangat diperlukan dunia dan tak bisa digantikan oleh negara lain mana pun di tahun-tahun mendatang," tulis Kubrakov di Facebook.
Ia kemudian berujar, "Pelabuhan Izmail mengalami kerusakan paling parah, termasuk terminal dan infrastruktur Perusahaan Pengiriman Danube."
Menanggapi serangan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Moskow sedang bertempur untuk bencana global.
"Dalam kegilaan mereka, mereka ingin pasar pangan dunia runtuh, mereka perlu krisis harga, mereka perlu gangguan pasokan," ujar Zelensky saat pidato, seperti dikutip Reuters.
Akibat serangan Rusia, harga gandum ChicagoWv1 naik hampir 5 persen karena sejumlah pihak khawatir soal pasokan.
Kantor berita media di Rusia, RIA, melaporkan kerusakan infrastruktur yang berbeda dari Ukraina. Menurut mereka infrastruktur yang terkena dampak adalah perumahan tentara bayaran asing dan perangkat keras militer.
RIA tak memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya. Reuters juga tak dapat memverifikasi laporan tersebut.
Pada pertengahan Juli lalu, Rusia memblokade lalu lintas di pelabuhan Laut Hitam Ukraina dan ogah memperpanjang perjanjian ekspor gandum.
Berdasarkan data pelacakan kapal komersial, lusinan kapal internasional berhenti dan berlabuh di mulut Danube. Dari jumlah kapal itu, banyak yang terdaftar tiba di Izmail untuk menembus blokade Rusia.
Pelabuhan Sungai Danube Ukraina menyumbang sekitar seperempat dari ekspor biji-bijian. Biji-bijian ini kemudian dikirim ke pelabuhan Constanta di Laut Hitam Rumania.
Pemerintah Kyiv mengambil langkah itu agar kapal internasional langsung menuju pelabuhan Danube dan memuat langsung barang yang diekspor.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1898 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1727 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1283 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1153 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah