Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Rusia Makin 'Babak Belur' Diserang Ukraina, Militernya Kekurangan Tank
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Makin 'Babak Belur' Diserang Ukraina, Militernya Kekurangan Tank
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengakui militer negaranya kini mengalami kekurangan tank karena terus-menerus diserang Ukraina dari berbagai sudut.
Baca juga:
Pesan Bos ChatGPT Untuk Warga Indonesia
Dalam kunjungan ke pabrik militer di Siberia barat, Shoigu mengatakan produksi kendaraan lapis baja perlu ditingkatkan, karena Kyiv mengalami kerugian besar di medan perang.
Menurutnya, peningkatan pembuatan tank diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasukan Rusia yang melakukan operasi militer khusus.
Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengakui militer kekurangan amunisi presisi tinggi, peralatan komunikasi, pesawat terbang, drone dan lainnya.
Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Hanna Maliar, menyebut pasukan Ukraina membuat serangan khususnya di wilayah Zaporizhzhia.
"Praktis di semua sektor di mana unit kami menyerang di selatan, mereka [Ukraina] mencatat keberhasilan. Mereka secara bertahap bergerak maju. Saat ini, kemajuannya mencapai 2 kilometer di setiap arah," kata Maliar.
Maliar menyebut pusat pertempuran terberat beralih ke jalan menuju Mariopol, di mana serangan Ukraina prlahan memukul mundur pasukan Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1943 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1757 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1306 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1177 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah