Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Saluran Tertutup Pemicu Banjir di Andong Ubud Terungkap
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Penyebab banjir yang kerap melanda kawasan Ubud saat hujan deras perlahan mulai terungkap. Berdasarkan penelusuran pemerintah daerah, genangan air yang menutup badan jalan di Jalan Raya Andong dipicu tersumbatnya saluran irigasi yang ditutup beton oleh salah satu warga.
Temuan ini teridentifikasi setelah Bupati Gianyar Made “Agus” Mahayastra bersama Kapolres Gianyar AKBP Candra Kesuma turun langsung menelusuri sumber sumbatan air pada Sabtu (20/12/2025). Langkah itu diambil menyusul laporan masyarakat bahwa air hujan tak mengalir ke gorong-gorong dan justru meluap ke jalan raya.
Informasi awal menyebutkan adanya saluran irigasi dari arah Gentong menuju kawasan permukiman Jalan Andong yang tertutup. Menindaklanjuti laporan, Bupati dan Kapolres mendatangi pemilik rumah yang diduga menutup saluran air tersebut untuk melakukan komunikasi persuasif.
Setelah diberikan penjelasan, pemilik rumah menunjukkan lokasi saluran irigasi yang tertutup beton. Kapolres Gianyar menjelaskan, tersumbatnya aliran air menyebabkan luapan ke jalan ketika debit meningkat.
“Debit air ketika besar menyebabkan air meluap. Itu yang mengakibatkan banjir,” ujar AKBP Candra Kesuma saat memberikan pemahaman kepada pemilik rumah.
Kapolres kemudian menawarkan solusi agar tembok yang menutup atau mempersempit saluran bisa dibuka demi kelancaran aliran air.
“Nanti ibu yang membuka (tembok) atau kami dari pemerintah yang membuka?” ujar Kapolres seraya menunjuk Bupati Gianyar.
Pemilik rumah menyatakan kesediaannya membuka penutup saluran. Ia menjelaskan, langkah itu sebelumnya dilakukan untuk menghindari banjir yang masuk ke pekarangan belakang rumahnya.
Di sisi lain, Bupati Gianyar Made “Agus” Mahayastra menegaskan bahwa persoalan banjir harus ditangani melalui komunikasi baik dan pendekatan manusiawi agar solusi bermanfaat bagi seluruh pihak.
“Dialog persuasif menjadi kunci dalam mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi warga serta lingkungan,” ujar Agus.
Tidak lama setelah dialog selesai, petugas dari pemerintah daerah langsung bertindak membuka tembok penutup saluran menggunakan linggis dan peralatan pertukangan. Upaya ini dilakukan agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir dapat diminimalisasi di kawasan Jalan Raya Andong, Ubud.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan