Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sopir Avanza Diperiksa Usai Tabrak Pemotor hingga Tewas Terseret Arus di Buleleng

Selasa, 13 Januari 2026, 15:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sopir Avanza Diperiksa Usai Tabrak Pemotor hingga Tewas Terseret Arus di Buleleng.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Sopir mobil Toyota Avanza DK 1584 UZ, Putu Hari Swastika (44), dimintai keterangan oleh Sat Lantas Polres Buleleng. 

Ia terlibat kecelakaan lalu lintas dengan pemotor Made Serina (59) di Jalan Laksamana–Sermakarma, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pada Senin (12/1).

Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Bachtiar Arifin, pada Selasa (13/1) menjelaskan, sopir asal Banjar Dinas Tengah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng itu masih menjalani interogasi awal dan belum dilakukan penahanan.

Saat kejadian, Hari Swastika diketahui tengah mengemudi dari arah barat menuju timur dengan tujuan Gedung Wanita Laksmi Graha. Ketika tiba di perempatan Jalan Laksamana–Sermakarma, muncul sepeda motor Honda Beat DK 6662 UAL yang dikendarai Made Serina dari arah selatan.

Benturan tidak terhindarkan. Made Serina terjatuh ke saluran kali di pinggir jalan dan terseret arus air. Korban sempat dinyatakan hilang sehingga memicu pencarian oleh tim gabungan yang melibatkan SAR Buleleng, Polres Buleleng, PMI, Dinas PUTR, Dishub, hingga Satpol PP Buleleng.

Petugas menyisir saluran irigasi sepanjang Jalan Sermakarma, bahkan pencarian diperluas hingga muara Pantai Penimbangan. Pada Senin (12/1) sore, korban akhirnya ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia, terombang-ambing di bibir Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.

"Menurut pengakuan sopir, lampunya sudah hijau. Sementara sepeda motor (Made Serina) menerobos lampu merah dan menabrak. Saat kejadian, sopir mobil ngantar penumpang ke Laksmi Graha, kemudian balik lagi ke TKP," terang AKP Bachtiar.

AKP Bachtiar menambahkan, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah Hari Swastika akan dijerat hukum atas peristiwa tersebut. Proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan.

"Masih kami teliti lebih lanjut. Sopir baru kami lakukan interogasi awal, belum ditetapkan sebagai tersangka dan belum dilakukan penahanan," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami