Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 5 November 2026
Tercatat 6.000 Kasus, Badung Anggarkan Rp.2 M dari APBD untuk Vaksin Anti Rabies
Senin, 4 Maret 2019,
21:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Sejak kasus rabies pertama kali muncul di wilayah Pecatu, penyakit yang lebih banyak disebabkan oleh gigitan anjing ini terus mewabah di Badung. Untuk itu, di tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Badung kembali melakukan pengadaan Vaksin Anti Rabies (VAR) sebesar Rp 2 miliar untuk membeli sebanyak 7843 vial.
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinkes dr. I Gede Putra Suteja mengatakan, kebutuhan VAR masih tinggi di wilayah Badung. Hal itu berdasarkan masih banyaknya kasus gigitan anjing selama ini terjadi. “Per 31 Desember 2018 stok VAR masih 4.731 vial. Tapi, untuk mengantisipasi kesediaan VAR, kami kembali melakukan pengadaan untuk VAR. Setidaknya kebutuhan untuk vaksin rabies di Rumah Sakit dan Puskemas tesedia,” kata dr.Suteja, Senin (4/3).
Kepala Dinkes dr. I Gede Putra Suteja mengatakan, kebutuhan VAR masih tinggi di wilayah Badung. Hal itu berdasarkan masih banyaknya kasus gigitan anjing selama ini terjadi. “Per 31 Desember 2018 stok VAR masih 4.731 vial. Tapi, untuk mengantisipasi kesediaan VAR, kami kembali melakukan pengadaan untuk VAR. Setidaknya kebutuhan untuk vaksin rabies di Rumah Sakit dan Puskemas tesedia,” kata dr.Suteja, Senin (4/3).
Ia menegaskan bahwa pengadaan VAR dilakukan dengan sistem lelang melalui LPSE Badung. Berdasarkan pantauan laman website LPSE Badung Nilai pagu paket Rp 2 miliar untuk persediaan VAR 7843 vial. “Sekarang ini sedang proses lelang VAR untuk tahun anggaran 2019,” imbuhnya.
[pilihan-redaksi2]
Dari data yang masuk, kata dia jumlah kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sepanjang tahun 2018 jumlahnya mencapai lebih dari 6.000 kasus. Rinciannya pada bulan Januari 610 orang, Februari 472 orang , Maret 466 orang, April 581 orang, Mei ada 619 orang kena gigitan, Juni 609 orang, Juli 643 orang.
Dari data yang masuk, kata dia jumlah kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sepanjang tahun 2018 jumlahnya mencapai lebih dari 6.000 kasus. Rinciannya pada bulan Januari 610 orang, Februari 472 orang , Maret 466 orang, April 581 orang, Mei ada 619 orang kena gigitan, Juni 609 orang, Juli 643 orang.
Lanjut, di bulan Agustus 614 orang, September 610 orang, Oktober 586 orang, November 404 orang, sementara untuk Desember hasilnya 365 orang lebih. Dari semua kasus tersebut tidak ada laporan yang menyatakan hasilnya positif rabies. (bbn/maw/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
02
03
04
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 596 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 471 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026