Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 20 Mei 2026
Tercatat 6.000 Kasus, Badung Anggarkan Rp.2 M dari APBD untuk Vaksin Anti Rabies
Senin, 4 Maret 2019,
21:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Sejak kasus rabies pertama kali muncul di wilayah Pecatu, penyakit yang lebih banyak disebabkan oleh gigitan anjing ini terus mewabah di Badung. Untuk itu, di tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Badung kembali melakukan pengadaan Vaksin Anti Rabies (VAR) sebesar Rp 2 miliar untuk membeli sebanyak 7843 vial.
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinkes dr. I Gede Putra Suteja mengatakan, kebutuhan VAR masih tinggi di wilayah Badung. Hal itu berdasarkan masih banyaknya kasus gigitan anjing selama ini terjadi. “Per 31 Desember 2018 stok VAR masih 4.731 vial. Tapi, untuk mengantisipasi kesediaan VAR, kami kembali melakukan pengadaan untuk VAR. Setidaknya kebutuhan untuk vaksin rabies di Rumah Sakit dan Puskemas tesedia,” kata dr.Suteja, Senin (4/3).
Kepala Dinkes dr. I Gede Putra Suteja mengatakan, kebutuhan VAR masih tinggi di wilayah Badung. Hal itu berdasarkan masih banyaknya kasus gigitan anjing selama ini terjadi. “Per 31 Desember 2018 stok VAR masih 4.731 vial. Tapi, untuk mengantisipasi kesediaan VAR, kami kembali melakukan pengadaan untuk VAR. Setidaknya kebutuhan untuk vaksin rabies di Rumah Sakit dan Puskemas tesedia,” kata dr.Suteja, Senin (4/3).
Ia menegaskan bahwa pengadaan VAR dilakukan dengan sistem lelang melalui LPSE Badung. Berdasarkan pantauan laman website LPSE Badung Nilai pagu paket Rp 2 miliar untuk persediaan VAR 7843 vial. “Sekarang ini sedang proses lelang VAR untuk tahun anggaran 2019,” imbuhnya.
[pilihan-redaksi2]
Dari data yang masuk, kata dia jumlah kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sepanjang tahun 2018 jumlahnya mencapai lebih dari 6.000 kasus. Rinciannya pada bulan Januari 610 orang, Februari 472 orang , Maret 466 orang, April 581 orang, Mei ada 619 orang kena gigitan, Juni 609 orang, Juli 643 orang.
Dari data yang masuk, kata dia jumlah kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) sepanjang tahun 2018 jumlahnya mencapai lebih dari 6.000 kasus. Rinciannya pada bulan Januari 610 orang, Februari 472 orang , Maret 466 orang, April 581 orang, Mei ada 619 orang kena gigitan, Juni 609 orang, Juli 643 orang.
Lanjut, di bulan Agustus 614 orang, September 610 orang, Oktober 586 orang, November 404 orang, sementara untuk Desember hasilnya 365 orang lebih. Dari semua kasus tersebut tidak ada laporan yang menyatakan hasilnya positif rabies. (bbn/maw/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1715 Kali
02
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1648 Kali
03
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1243 Kali
04
05
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1094 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026