Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Tersangka Ngaku "Gigolo Freelance", Kelamin Korban Bengkak dan Luka Robek
Kasus Tewasnya SPG di Penginapan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polresta Denpasar merilis kasus tewasnya Sales Promotion Girl (SPG) dealer mobil Mitsubishi Ni Putu Yuniawati (39) di Penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwo Utara Padangsambian, Denpasar Barat, Senin (5/8/2019) lalu.
Rilis yang berlangsung Senin (12/8/2019) ini menghadirkan tersangka Putu Bagus Wijaya alias Gustu (33) yang ditangkap di Minahasa Sulawesi Utara, Kamis (8/8/2019) lalu.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan didampingi Kasatreskrim Kompol Wayan Arta Ariawan menjelaskan, tersangka Gustu adalah seorang "gigolo freelance" yang menjajakan dirinya melalui situs online. Perkenalannya dengan korban terjadi beberapa minggu lalu di media sosial, setelah tersangka berniat membeli mobil jenis Xpander ke korban.
“Saat berkenalan, korban menanyakan ke tersangka apa pekerjaannya selain jual beli mobil. Dijawab tersangka seorang gigolo,” beber Kombes Ruddi, Senin (12/8/2019).
Korban akhirnya kepincut dengan tersangka. Setelah mencairkan cek di Renon, mereka makan siang di Tiara. Di sanalah korban kemudian membayar tersangka dengan bayaran sebesar Rp 500.000. Korban prihatin melihat handphone tersangka pecah dan retak dan kemudian membelikannya sebuah handphone merek Vivo seharga Rp 1,9 juta.
“Setelah makan siang, korban dan pelaku ada kesepakatan menginap di Penginapan Teduh Ayu 2,” ujar mantan Kapolres Badung ini.
Mereka kemudian menuju penginapan Teduh Ayu 2 Jalan Kebo Iwo Utara Padangsambian Denpasar Barat, pada Senin (5/8/2019) sekitar pukul 18.00 Wita. Di kamar penginapan nomor 8 itulah, keduanya beberapa kali bersetubuh.
“Terjadi beberapa kali persetubuhan dan korban tidak puas dengan apa yang diberikan pelaku karena sudah dibayar. Akhirnya korban mengatakan kamu belum memuaskan. Saya sudah rugi, saya sudah berikan kamu handphone kamu tidak memuaskan kepada saya,” beber Kombes Rudi.
Tidak hanya kesal kurang puas, korban yang dikarunia dua anak itu menampar tersangka. Akibatnya tersangka emosi. Pria asal Sinabun Buleleng itu memiting leher korban dan mulutnya dibekap handuk hingga lemas dan tewas.
“Leher korban dipiting dan mulutnya ditutup dengan handuk sehingga lemas dan tewas. Setelah itu tersangka keluar dari kamar penginapan dan bertemu dengan karyawan. Kepada karyawan dia mengatakan korban akan keluar 30 menit lagi dan akan dijemput gojek,” beber mantan Wadireskrimsus Polda Bali itu.
Sementara dari luka yang diderita korban, ditemukan luka memar di kiri dan kanan leher, luka memar pada kelopak mata atas kanan bawah dan kiri, luka memar pipi kiri dan hidung.
“Ada juga luka robek di kelamin. Bibir kelamin agak bengkak. Hasil otopsi adanya persetubuhan dengan kekerasan,” terang Kombes Ruddi.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 192 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 152 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 129 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 117 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 109 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar