Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 20 Mei 2026
Tewaskan 2 Anggota Subak, Polisi Selidiki Sebab Jembatan Ambrol di Perean
Selasa, 7 Mei 2019,
23:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Dua petani anggota subak (organisasi pengairan) tewas tertimbun jembatan ambrol saat sedang melakukan kegiatan gotong royong di jalur subak Palian di Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada hari Selasa. Terkait peristiwa ini, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya.
Jembatan ambrol atau runtuh di subak Palian ini memiliki kedalaman sekitar 7 meter, sementara lubang jembatan yang ambrol berdiameter sekitar 1 meter.
Menurut penuturan Kepala Dusun Banjar Puseh, I Nyoman Suda, jembatan tersebut masih dalam proses perbaikan yang dananya bersumber dari dana desa sebesar Rp 150 juta. Jembatan penghubung dua banjar yakni Banjar Puseh dan Banjar Puyuh Desa Perean ini dibangun sekitar tahun 1980.
Kapolsek Baturiti, Kompol I Nyoman Sudiarta menyebutkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap kasus jembatan jebol yang menimbulkan korban jiwa ini.
"Dugaan awal penyebabnya karena warga tidak tahu kontruksinya, jembatan ini dibuat tahun 1980 dan akan diperbaiki, karena tidak tahu kontruksi, saat diperbaiki jembatan ini ambrol. Tapi ini baru dugaan awal, kita masih melakukan lidik (penyelidikan) untuk mencari penyebab pasti ambrolnya jembatan ini,"jelas Kapolsek.
Sebelumnya diberitakan, dua petani anggota subak (organisasi pengairan) tewas tertimbun jembatan ambrol saat sedang melakukan kegiatan gotong royong di jalur subak Palian di Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada hari Selasa.
Pasca kejadian, tim gabungan yang terdiri dari personil Polres Tabanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan pencarian jenazah seorang korban yang merupakan anggota Subak Palian, I Wayan Budi (50 tahun).
Selain Wayan Budi, seorang korban lainnya, I Ketut Sudana (50 tahun) yang merupakan Ketua Subak Palian juga tewas karena ikut terperosok ke jembatan yang ambrol. Ketut Sudana lebih dahulu bisa dievakuasi.
Proses evakuasi jenazah I Wayan Budi menggunakan alat sederhana berupa tali oleh tim gabungan dan warga. Setelah jenazah korban Wayan Budi ditemukan langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan ditarik dari dalan lubang jembatan yang ambrol. Proses evakuasi jenazah tersebut memakan waktu enam jam dari pukul 07.00 pagi hingga pukul satu siang.[bbn/tab/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
01
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1708 Kali
02
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1645 Kali
03
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1242 Kali
04
05
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1092 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026