Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Ukraina Serang Pengeboran Minyak Yang Dikuasai Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin Crimea, wilayah yang dikuasai Moskow, mengatakan tiga orang terluka dan tujuh orang hilang setelah Ukraina menembaki anjungan pengeboran minyak Laut Hitam di semenanjung yang dicaplok Rusia.
"Kami mengonfirmasi bahwa ada tiga orang terluka dan tujuh dilaporkan hilang. Kami menjamin pencarian akan berlanjut," kata Sergey Aksyonov di Telegram, merujuk pada platform perusahaan minyak dan gas Chernomorneftegaz yang berbasis di Crimea.
Ini adalah serangan pertama terhadap infrastruktur energi lepas pantai di Crimea sejak Rusia melancarkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari.
Aksyonov, yang dilantik oleh Rusia sebagai gubernur semenanjung setelah pencaplokan 2014, sebelumnya mengatakan sedikitnya lima orang terluka dalam serangan itu.
Dia mengatakan tiga platform menjadi sasaran. Hal ini memicu evakuasi 94 orang di lokasi, sementara 15 tentara tetap menjaga mereka.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan melalui udara dan laut. Chernomorneftegaz, yang disetujui oleh Amerika Serikat sejak 2014, mengoperasikan beberapa ladang gas dan minyak di Laut Hitam dan di Laut Azov.
Aksyonov mengatakan satu platform terkena serangan dan Olga Kovitidi, seorang senator Rusia untuk Crimea, mengatakan kepada agen RIA Novosti bahwa tidak ada korban di dua platform lainnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1997 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1828 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1356 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1237 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah