Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ulama Saudi Diklaim Kabur Usai Kritik Pemerintahan Pangeran MbS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang ulama Arab Saudi dilaporkan melarikan diri dari negara usai melontarkan kritik kepada pemerintahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).
Diberitakan Middle East Eye, ulama bernama Emad Al Moubayed mulanya dikabarkan hilang oleh halaman Twitter The Prisoners of Conscience setelah membuat unggahan berisi komentar terhadap pemerintah Saudi pekan lalu.
Status Twitter itu mengatakan tak ada kabar dari Al Moubayed sejak ia mengunggah video pada 1 Maret yang ditujukan pada Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), dan kepala hiburan kerajaan Turki Al Sheikh.
Ia saat itu mengkritik reformasi kerajaan baru-baru ini terkait industri hiburan. Al Moubayed menyarankan "mereka yang berkuasa" untuk "takut kepada Tuhan".
Al Moubayed juga menyatakan perubahan di Saudi belakangan ini "menghapus iman Islam". Komentar itu diduga merujuk pada perubahan di Saudi, salah satunya soal perizinan konser setelah sebelumnya dilarang.
Sehari kemudian yakni pada 2 Maret, video lain diunggah yang menampilkan Al Moubayed bicara ditemani selembar kertas yang berada tepat di depannya.
Video itu dirilis dengan pesan bahwa itu merupakan klarifikasi dari komentar yang dia buat sebelumnya.
Halaman The Prisoners of Conscience pun mengatakan video itu merupakan kali terakhir Al Moubayed memberikan kabar. Setelah video tersebut, sosoknya seolah hilang ditelan bumi.
Para aktivis pun ramai-ramai menyuarakan keprihatinan tentang keberadaan Al Moubayed. Mereka membuat tagar "WhereIsEmadMoubayed hingga menjadi trending pada Senin (6/3).
Namun, pada hari ini (7/3), halaman Twitter The Prisoners of Conscience melaporkan bahwa Al Moubayed telah meninggalkan Saudi.
"Dengan rahmat Tuhan, saya bisa meninggalkan tanah air dan tiba di negara yang aman, puji Tuhan," cuit halaman tersebut.
Middle East Eye sudah menghubungi Kedutaan Besar Saudi di Washington untuk dimintai tanggapan, namun hingga berita dipublikasi belum ada jawaban dari yang bersangkutan.
Selama beberapa tahun terakhir, Saudi memang kerap meredam opini publik terhadap pemerintahan.
Kerajaan menggunakan undang-undang kejahatan dunia maya untuk menjebloskan pelanggar ke penjara karena membuat unggahan online yang menghina penguasa maupun mengganggu ketertiban umum.
Komentar Al Moubayed sendiri diduga mengomentari kebijakan Riyadh yang belakangan melonggarkan pembatasan yang telah berlangsung selama beberapa dekade demi mendiversifikasikan ekonominya dan menggaet wisatawan.
Acara hiburan publik pun menjadi fitur utama kebijakan MbS dalam melakukan gebrakan tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2000 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1834 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1362 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1242 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah