Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Usai Kerap Berulah, Muncul Fenomena Warga Rusia Sewa Lahan Puluhan Tahun di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Selain fenomena turis asing berulah di Bali, muncul isu terbaru dimana sebagian besar warga asing dari Rusia dan Ukraina ada yang berbisnis sewa lahan hingga puluhan tahun di Bali.
Disamping itu, turis Rusia banyak yang justru menjadi 'gembel' karena mencari pekerjaan di Bali. Ternyata, kondisi wisatawan Ukraina lebih mengenaskan.
"Ukraina sama Rusia kadang kita suka susah bedain. Lebih megang duit orang Rusia dibanding Ukraina. Mereka banyak lari ke rental. Rusia lebih berani sewa 25-30 tahun, Ukraina banyak sewa bulanan temporer," kata Ketua Asosiasi Real Estate Indonesia (Arebi) Bali Michael Hikma Gunawan, Jumat (12/5/23).
Ia memperkirakan bahwa banyak orang Ukraina yang datang ke Bali hanya untuk menghindar dari perang sehingga lebih untuk bertahan hidup, sedangkan Rusia selain menghindari wajib militer, mereka juga memikirkan bisnis, karena dari segi finansial tidak terlalu terdampak. Sedangkan ekonomi Ukraina hancur lebur.
"Ada juga orang Rusia ambil tanah sewa, karena orang asing nggak boleh beli tanah di Bali, jadi mereka ambil tanah sewa terutama ambil di daerah Pecatu, sewa 25-30 tahun, ada juga yang bikin perusahaan PMA, ada juga bikin projek apartemen. Ada juga buka bisnis sewa motor disini, itu kita komplain, orang mereka agak sedikit susah diatur," kata Michael.
Baca juga:
Banyak Bule Berulah di Bali, Imigrasi Minta Proses Buku Panduan Wisata Dipercepat
Gelombang kedatangan turis Rusia datang pada akhir 2022 silam, banyak dari mereka yang berani membayar lebih untuk menyewa properti. Hal ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup broker di masa awal pandemi.
"Berani Bayar 2x lipat dari normal nggak ada, tapi dari harga normal misal naik 20-30% mereka berani ambil. Ketika kontrakannya terisi, pemilik mulai naikkan harga. Misal harga Rp 100 juta jadi Rp 125-130 juta," kata Michael. (sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1985 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1812 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1341 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1221 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah