Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Wabah PMK, Harga Sapi di Beringkit Merosot Tajam
BERITABALI.COM, BADUNG.
Adanya wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada ternak, harga sapi per Rabu (12/5/2022) merosot hingga Rp3.000 per kilo khususnya untuk sapi potong.
Sedangkan untuk harga sapi kurban masih normal sebesar Rp46 ribu hingga Rp46.500.
Salah satu eksportir sapi Bali antar Pulau, Solihudin mengatakan sebelum adanya wabah PMK, ia mampu menjual sapi potong di harga Rp48 ribu hingga Rp49 ribu per kilo.
Bahkan, menjelang hari raya, ia bisa mengirim 500 ekor sapi, tetapi saat ini sama sekali tidak ada pengiriman.
"Hanya sapi potong harganya merosot drastis akibat adanya PMK, menyerang kuku dan mulut yang berdampak dari Jawa Timur. Hal ini sangat berpengaruh akhirnya," jelasnya, Rabu (11/5) di Pasar Beringkit, Mengwi, Kabupaten Badung.
Terlebih ditambah kebijakan tidak adanya pengiriman antarpulau mulai dari 9 Mei 2022.
"Tentu menjadi rugi pada pakan karena jika dilihat dalam sehari saja kita menghabiskan biaya pakan mencapai Rp1 juta sampai Rp2 juta per harinya untuk 70 ekor sapi. Ya, semua akibat sapi tidak bisa keluar Bali," keluhnya sembari menunggu solusi dari pemerintah.
Ia berharap kepada Pemerintah agar segera memberi solusi karena selaku eksportir pihaknya akan merugi karena menyetok sapi akan berimbas pada membengkaknya biaya pakan.
"Kita sebagai eksportir berharap ada kebijakan agar sapi-sapi ini diberi izin melintas saja lewat Jawa Timur. Karena selama ini sapi-sapi Bali sangat aman atau dalam kondisi baik," pungkasnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1998 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1831 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1359 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1240 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah