Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
WHO Ungkap Gaza Kian Suram: Tiap 10 Menit, Satu Anak Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Palestina Richard Peeperkorn mengatakan rata-rata satu anak tewas setiap 10 menit di Gaza.
"Rata-rata satu anak terbunuh setiap 10 menit di Gaza. Saya pikir kita sudah dekat dengan saat paling gelap dalam kemanusiaan," kata Peeperkorn saat konferensi pers di Jenewa, Selasa (5/12), dikutip Anadolu Agency.
Dia kemudian berujar, "Kita perlu gencatan senjata yang berkelanjutan."
Peeperkorn juga menjabarkan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit Gaza berkurang drastis, dari 3.500 menjadi 1.500 unit.
Kondisi semacam itu, lanjut dia, tak bisa dibiarkan di tengah lonjakan pasien yang terus bertambah setiap hari.
Pasukan Israel melancarkan serangan fase kedua usai gencatan senjata dengan Hamas tak diperpanjang.
Israel dan Hamas sempat sepakat gencatan senjata pada 24 November dan diperpanjang dua kali hingga berakhir 30 November.
Di serangan fase kedua ini, Israel menggempur habis-habisan Gaza terutama di wilayah selatan yang padat penduduk.
Wilayah selatan merupakan tempat mengungsi warga Gaza utara yang diusir Israel pada November lalu. Kini, daerah itu menjadi arena perang.
Sejak agresi dimulai pada 7 Oktober, Israel menyerang warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian.
Imbas gempuran itu, lebih dari 16.000 jiwa meninggal. Dari jumlah ini, 60 persen di antaranya perempuan dan anak-anak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3802 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1351 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 851 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 717 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun